Konflik Kashmir

Baku Tembak di Kashmir, 3 Tentara Pakistan Tewas di Perbatasan

Konflik Kashmir antara India vs Pakistan. (foto ilustrasi)

Islamabad, Akuratnews.com - Baku tembak di perbatasan wilayah sengketa, Kashmir, antara Pasukan Pakistan dengan India menyebabkan 3 tentara Pakistan tewas. Sementara, dilaporkan pasukan India yang tewas mencapai 5 orang. Tetapi India menyangkal bahwa 5 tentaranya juga tewas.

Dalam satu bulan ini, bentrok Pakistan dan India memperebutkan satu wilayah di Kashmir tak terhindarkan. Suara tembakan terus bergema di wilayah yang didominasi muslim ini. Kedua negara sama-sama berkuasa di Kashmir dengan menempati wilayahnya masing-masing. Perbatasan adalah wilayah paling genting bagi kedua negara yang dapat memicu perang besar antar negara nuklir tersebut.

Mayor Jenderal Asif Ghafoor, juru bicara angkatan bersenjata Pakistan, men-tweet bahwa tiga tentaranya telah tewas bersama dengan lima dari India ketika pasukan India melepaskan tembakan di sepanjang perbatasan yang diperebutkan, atau lebih dikenal sebagai Garis Kontrol (LoC).

“Baku tembak yang tak berkesudahan berlanjut,” kata Ghafoor lansir situs Arrahmah, Senin (18/8/2019).

Seorang juru bicara militer India membantahnya. “Tidak ada korban. Pernyataan ini sama sekali tidak benar,” katanya.

Dalam sebuah pernyataan, tentara India mengatakan bahwa dari pagi (sekitar pukul 07.00 waktu setempat), Pakistan melanggar gencatan senjata antara kedua negara. Gejolak itu terjadi selama periode gesekan tinggi antara negara-negara tetangga yang bersenjatakan nuklir, setelah India mencabut status khusus Kashmir, membuat marah Pakistan yang juga memiliki klaim atas wilayah tersebut.

India dan Pakistan telah berperang dua kali atas Kashmir dan terlibat dalam bentrokan udara pada Februari setelah sebuah kelompok yang berbasis di Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap konvoi militer India.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan, dalam pidato di wilayah Kashmir yang dikuasai negara itu mengatakan Pakistan siap berperang sampai titik darah penghabisan untuk Kashmir jika diperlukan.

Khan, menuding India berusaha meminggirkan dan meradikalisasi umat Islam di kawasan itu. Ia juga menyebut langkah New Delhi menghapus otonomi Khashmir sebagai "kesalahan strategis" dari kebijakan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Khan yang menyatakan dirinya seorang pasifis selama pidatonya dari Muzaffarabad, Ibu Kota Kashmir yang dikuasai Pakistan, mengatakan dia percaya pada dialog.

"Saya tidak ingin perang tetapi sekarang jelas bahwa mereka tidak ingin berdialog,. Perang tidak akan membantu kita sama sekali," imbuhnya.(*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga