Balaikota Depok di Demo Ratusan Massa

Depok, akuratnews.com- Sejumlah siswa miskin di Kota Depok, Jawa Barat tak bisa bersekolah di sekolah negeri. Lantaran itu, para orangtua siswa miskin bersama Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) mengelar aksi demonstrasi di kantor Wali Kota Depok, Selasa,(2/6/2019).

Massa yang demonstrasi itu merupakan siswa beserta orangtua siswa dan DKR yang mendesak Pemerintah Kota Depok untuk tak lepas tangan terkait persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2019 yang dinilai tak menyertakan kuota siswa miskin.

"Sekitar 200 orang yang tadi ikut berunjuk rasa dan kami tidak mendapat tanggapan dari pihak Wali Kota Depok. Padahal, Sebanyak 21 siswa miskin tidak bisa sekolah lantaran saat mendaftar ke sekolah tidak sesuai dengan zona yang sudah ditentukan. Akhirnya ditolak" kata Ketua DKR Depok, Roy Pangharapan kepada akuratnews.com, Selasa,(2/7/2019).

Dari siswa miskin yang ditolak terdapat seorang anak yatim. “Alasan ditolak katanya karena tidak sesuai zonasi. Padahal SMA dan SMK di Depok belum merata di setiap kecamatan" jelas Roy.

Menurutnya, Wali Kota Depok tidak bisa berdiam diri, dengan alasan bukan tanggung jawabnya, padahal mereka adalah warga Depok yang butuh pendidikan.

“Kegagalan pemerintah kota depok, membangun gedung SMA, SMK yang tidak merata di setiap kecamatan di Kota Depok, sebagai contoh kecamatan Beji, tidak memiliki SMA, SMK,” kata Roy.

Lantaran di Kecamatan Beji tidak ada SMA dan SMK Negeri, lanjut Roy, sebanyak 12 siswa warga Kecamatan Beji Depok akhirnya mendaftar di SMK Negeri 3 Depok yang berada di Kecamatan Sukmajaya Depok.

Sebanyak 3 siswa juga diketahui tak diterima di SMK Negeri 3 di Kecamatan Sukmaja padahal tinggal di Kecamatan Sukmajaya. Nasib yang sama juga dialami oleh seorang siswa warga Kecamatan Pancoran Mas dan Tapos Depok.

Seorang lagi siswa dari Kecamatan Tapos mendaftar di SMA 4 Depok juga tidak diterima. 4 siswa mendaftar di SMKN 1. Juga ditolak meski masih satu kecamatan.

“Anak kami memilih SMK Negeri biar lulus cepat kerja, biar bisa bantu ekonomi keluarga,” kata Eti Kurniawati orang tua siswa Sevia Febriyanti.

Lantaran itu, Roy menilai, semua siswa miskin di Kota Depok harus mendapat haknya bersekolah di sekolah negeri tanpa dipersulit oleh sistim zonasi.

“Akomodir semua siswa miskin untuk masuk sekolah negeri, agar subsidi pendidikan dari pemerintah tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam aksi demonstrasi itu pihak Wali Kota Depok tidak menemui para pendemo lantaran menilai tanggung jawab bukan di tingkat Kota Depok. Para pendemo akhirnya melanjutkan aksinya ke Kementerian Pendidikan Kebudayaan di Jakarta.

Penulis: Eko Ahdayanto
Editor: Redaksi

Baca Juga