Kajian Meninggalnya Ratusan KPPS

Bamsoet: Komnas HAM Jangan Terpengaruh Teori Konspirasi Pihak Tak Puas Pemilu

Bambang Soesatyo saat menghadiri diskusi 'Persaingan Pasangan Capres-Cawapres 2019' rilis temuan survei Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com
Bambang Soesatyo saat menghadiri diskusi 'Persaingan Pasangan Capres-Cawapres 2019' rilis temuan survei Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Terkait rencana kajian yang akan dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mendalami meninggalnya  440 petugas penyelenggara Pemilu dan 3.788 petugas yang jatuh sakit (data Komisi Pemilihan Umum/KPU per 4 Mei 2019), Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Komnas HAM untuk tidak terpengaruh adanya teori konspirasi dari pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu.

"Diharapkan dapat bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk melakukan kajian tersebut secara objektif dengan mengikuti informasi yang berkembang dan memantau setiap tahapan dalam Pemilu 2019, serta tidak terpengaruh oleh berita-berita di media yang belum dapat dipastikan kebenarannya," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta,  Sabtu (11/5/2019).

Menurut dia, Komnas HAM diharapkan dapat mengoptimalkan tim pemantau Pemilu dalam melakukan kajian tersebut di lapangan, sehingga hasil dari kajian tersebut dapat sesuai dengan demokrasi dan menciptakan kedamaian bagi bangsa Indonesia.

Sementara untuk KPU, Bamsoet meminta agar kedua lembaga tersebut  terus melaksanakan sistem perhitungan Pemilu 2019 sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, dengan lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja pada petugas penyelenggara pemilu, seperti melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu kepada petugas penyelenggara Pemilu, serta tetap berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil

Penulis: Mujiono
Editor: Redaksi

Baca Juga