Bantah Gunakan Bom Fosfor, Insiden Jet Tempur AS Ungkap Segalanya

Jet Tempur AS saat menembakan Bom Fosfor. (Foto istimewa)

Tucson, Akuratnews.com - Amerika Serikat membantah keras telah menggunakan bom fosfor putih dalam perang di Suriah dan Irak beberapa waktu lalu. Bantahan itu menjawab tudingan Rusia dan Iran yang mengatakan AS adalah negara yang mempelopori penggunaan bom terkutuk itu.

Namun insiden tak sengaja yang dilakukan pilot jet tempur AS, mengungkap segalanya soal militer AS yang diduga kuat menggunakan bom pembakar mengerikan itu. Rudal berpeluru fosfor putih itu dikenal sebagai bom cleansing atau pencuci wilayah yang diprediksi AS dipenuhi musuh sehingga patut 'dibersihkan'.

Dilaporkan, Sebuah pesawat jet tempur militer Amerika Serikat (AS) secara tak sengaja menembakkan roket berhulu ledak fosfor putih di dekat Tucson, Arizona, ketika menjalani misi penerbangan pelatihan.

Beruntung, rudal fosfor itu menghantam area yang sepi. Insiden terjadi hari Kamis waktu setempat saat jet tempur AS, A-10C Thunderbolt II sedang menjalani misi penerbangan pelatihan di wilayah antara Tucson dan Phoenix.

"Secara tidak sengaja melepaskan satu roket M-156," kata pejabat di Pangkalan Angkatan Udara Davis-Monthan dalam sebuah pernyataan, lansir situs nasional, Sabtu (7/9/2019).

"Roket tersebut berdampak pada pencucian gurun di daerah yang tidak berpenghuni."

Sementara, area yang dihantam roket fosfor putih itu berjarak 60 mil timur laut Tucson yang dikenal sebagai Area Operasi Militer Jackal. Hulu ledak M156 adalah amunisi fosfor putih yang dapat menyebabkan luka bakar yang dalam dan bisa menembus tubuh melalui inhalasi (penghirupan) dan konsumsi.

Senjata seperti itu terkenal digunakan dalam konflik di Irak, Lebanon, Afghanistan, Yaman, Suriah, Gaza, dan tempat-tempat lainnya. AS selama ini mengklaim tidak suka penggunaan senjata seperti itu.

Hukum internasional melarang Penggunaan amunisi fosfor putih di wilayah sipil. Namun, AS dan sekutunya di Timur Tengah termasuk Israel menggunakannya.

Tembakan roket M-156 yang tak sengaja itu terjadi sekitar pukul 10.40 waktu setempat. Insiden sedang diselidiki, dan tidak ada laporan korban cedera, kerusakan, atau kebakaran besar yang terjadi. Meski diklaim tidak ada kerusakan, senjata itu kemungkinan menjadi malapetaka bagi satwa di gurun Arizona, termasuk kadal gurun.

Menurut laporan KOLD-TV, Jumat (6/9/2019) roket M-156 memiliki berat 23 pound dan panjang sekitar 4,5 kaki.

Rusia mengklaim bahwa AS menggunakan bom fosfor untuk perang di tanah Arab. Rusia bahkan menyebut AS sebagai dalang penggunaan bom tersebut. (*)

Penulis:
Editor:Hugeng Widodo
Photographer:Ahmad Ahyar

Baca Juga