Banyak Kejanggalan, Dana Penanggulangan Covid-19 Diduga Sarat Korupsi Berjamaah

Jakarta, Akuratnews.com - Diduga sarat akan tindak korupsi, Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat (LBH-PP) Gerakan Pemuda Islam (GPI) akan melaporkan sejumlah pihak yang terlibat pengolaan dana penanganan wabah Corona (Covid-19) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kepolisian.

Dikatakan Wakil Direktur LBH-PP GPI, Dedy Umasugi, laporan tersebut juga terkait dugaan adanya pelanggaran dan pemalsuan data korban pasien Covid-19 yang dilakukan beberapa oknum tenaga medis.

"Dalam waktu dekat kita akan laporkan ke KPK dan juga ke pihak kepolisian. Data yang masuk ke kami itu sudah sangat banyak. Sementara ini kami masih menampungnya," ujar Umasugi usai konferensi pers LBH-PP GPI di Jakarta, Kamis, (11/6).

Umasugi menjelaskan, pihaknya telah membagi dua bagian di internal LBH-PP GPI. Bagian pertama yang melakukan Judicial Review di Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 2/2020 tentang Kebijakan Uang Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona.

Sementara bagian kedua yang akan melaporkan ke KPK dan ke kepolisian terkait dugaan korupsi dan penyelewengan dana penanganan Covid-19.

"Dana Covid-19 begitu fantastis. UU mereka susun sedemikian rupa sehingga ketika ada yang mencoba menggugat itu maka UU No 2/2020 pasal 27 memproteksinya bahwa anggaran penanganan Covid-19 ini tidak dapat diperkarakan secara perdata maupun pidana. Nah ada apa," tandasnya.

Dalam konferensi pers ini, Direktur LBH-PP GPI Choirul Amin juga menyebut, ada kesan tak terbuka dalam penggunaan dana penanganan Covid-19.

"Hal itu kemudian menimbulkan kejanggalan-kejanggalan. Kami menduga kuat ada indikasi penyelewengan atau korupsi berjamaah terhadap uang rakyat," kata Choirul.

Kecurigaan tersebut semakin menguat lantaran sebuah kasus mencuat di Manado.

"Bagaimana keluarga dipaksa menerima uang Rp50 juta. Ada apa? Keluarga yang meninggal dipaksa dimakamkan secara Covid-19. Di Sulawesi Selatan, Bekasi, Surabaya, Cianjur, dan sederet kasus lainnya," tandasnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga