Meski Banyak Pendukung, Tidak Serta Merta Jokowi-Ma’ruf Akan Mulus Jalani Roda Pemerintahan

Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin, saat ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, oleh KPU. (Istimewa)

Makassar, Akuratnews.com – Setelah menjalani sidang sengketa Pemilihan Presiden, akhirnya Joko Widodo – Ma’ruf Amin, dinobatkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pasangan terpilih untuk Presiden dan Wakil Presiden, periode 2019-2024. Di tengah euforia kemenangan, Presiden dan Wapres terpilih tersebut, diingatkan akan menghadapi tantangan besar dalam setiap kebijakan-kebijakannya, khususnya mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Hal, tersebut disampaikan oleh Pengamat ekonomi sosial dari Universitas Muhammadiyah Makassar Dr Hurriah Ali Hasan.

"Meski pasangan ini banyak pendukung, namun jangan sampai hasil pengumuman itu berlarut-larut. Jadi yang terpenting adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat," katanya, dikutip dari antaranews.com.

Lebih jauh, dirinya menilai bagaimana kebijakan Jokowi pada periode lalu, banyak yang tidak popular. Hal ini tentunya bisa menimbulkan keluhan di masyarakat, sehingga pada periode kedua ini berpasangan dengan Ma'ruf Amin harus mengeliminasi kebijakan seperti itu.

“Dengan mengembalikan kepercayaan masyarakat,khususnya dari sisi ekonomi, maka secara perlahan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui komitmen mengedepankan transparansi,” terangnya.

Dia menggambarkan, adanya kenaikan harga barang kebutuhan pokok, termasuk harga BBM yang berfluktuasi dan tidak tersosialisasi dengan luas, menjadikan kebijakan yang dikeluarkan itu tidak populer.

"Apatah lagi itu kemudian menimbulkan kesan tidak transparan, sangat berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang menaikkan harga BBM dan diumumkan secara meluas," katanya.

Sementara dari segi pembangunan infrastruktur, alumni program doktoral Universitas Teknologi Malaysia ini mengatakan, tetap harus digenjot dengan meminimalkan dampak negatif pada masyarakat, misalnya masyarakat tergusur sebagai suatu konsekuensi dari sebuah pembangunan.

"Pembangunan infrastruktur suatu negara bagaimana pun itu membutuhkan namanya pembangunan dan biasanya korbannya adalah masyarakat kecil di negara mana pun itu akan terjadi," pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga