Banyak Yang Putus Asa, Ini Cara Qumii Mansur Semangati Remaja

Tangerang, Akuratnews.com - Di usia mudanya yakni 15 tahun, anak kedua dari pasangan Ustadz Yusuf Mansur (UYM) dan Siti Maemunah sudah fasih merangkai kata.

Mengikuti jejak sang kakak, Qumii Rahmatul Qulmul Mansur menulis apa saja yang menjadi keresahan perasaannya saat membaca komentar followers-nya yang lebih dari 128 ribu jumlahnya.

Hasil refleksi dan kegundahan tersebut kemudian dituangkan gadis yang akrab disapa Qumii ini dan dikemas ke dalam buku berjudul 'Finding Myself' alias Mencari Jati diri. Karya perdana Qumii ini sudah diterbitkan Penerbit Sunset Road.

“Tujuanku bikin buku tuh buat nyemangatin siapa saja, khususnya remaja,” ujar Qumii yang didampingi sang kakak, Wirda Mansur di Pondok Pesantren Daarul Quran, Tangerang, Minggu (29/11).

Qumii menambahkan, karyanya ini banyak terinspirasi dari situasi yang ditangkapnya lewat bacaan maupun sosial media saat betapa banyak remaja sepantarannya yang mentalnya sakit, putus asa, tidak mengetahui tujuan dan kelak mau seperti apa. Situasi ini sangat mengganggu pikirannya.

“Banyak sekali remaja putus asa dan berhenti di tengah jalan. Sayang sekali. Lewat buku ini aku mencoba nyemangatin mereka,” kata Qumi.

Qumii mengaku ingin mengikuti jejak sang kakak, Wirda yang juga rajin menerbitkan buku. Di usia 19 tahun, Wirda sudah menerbitkan buku keenamnya, 'A Note to Remember'.

Wirda menambahkan, mereka berdua memang sengaja menulis buku yang memotivasi anak muda, agar bangkit dan bersemangat menjalani hidup.

“Anak muda, sebenarnya hanya butuh ditepuk doang pundaknya agar bangun. Ayo bro, bangkit lagi,” ujar Wirda.

Wirdha berharap pada usia 19 tahun, Qumii sudah menulis 10 buku atau lebih.

"Mudah-mudahan ya, Qumii,” ucap Wirda yang diamini Qumii.

Apa yang dilakukan keduanya juga berkat dorongan dari sang ayah, Ustadz Yusuf Mansur.

“Papa juga kan penulis buku, karyanya sudah banyak. Kebetulan sejak kecil kami berdua suka baca buku, lalu Papa minta agar jangan puas hanya membaca buku, tapi sekalian menjadi penulis buku. Semangat itu yang mendorong kami menulis buku,” ujar Wirda.

Pamungkas, keduanya berharap buku-buku mereka bisa menjadi teman bagi anak muda Indonesia dalam mencari jati dirinya dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga