The Next Elvi Sukaesih

Bareng Aljabar, Wirdha Sylvina Rilis Single ‘Player’, Ini Artinya

Wirdha Sylvina bersama sang anak, Aljabar dan penyiar Radio D FM 103.4. (Foto Hugeng Widodo/Akuratnews.com).

Jakarta, Akuratnews.com - Penyanyi Dangdut, Wirdha Sylvina bersama sang anak Aljabar berusia hampir 6 tahun, kembali merilis Single terbaru yang dinaungi oleh JEX Management. Wirdha merilis single berjudul "Player", sedangkan sang anak, Aljabar merilis single berjudul "Semangat Pagi", kedua lagu itu hasil karya Joel Bahar.

Wirdha atau dikenal sebagai 'Neng wirdha' adalah anak dari Pedangdut Legendaris, Elvi Sukaesih yang kerap dijuluki 'The Next Elvi Sukaesih' karena mewarisi kecantikan dan kemerduan suara dari sang Ratu Dangdut, Elvi Sukaesih, namun begitu, di tengah hubungan Elvi yang tak harmonis dengan dirinya, Wirdha enggan kemunculannya di dunia panggung dikaitkan dengan nama besar Elvi.

Ditemui saat on air di Radio D FM 103.4, Wirdha tak mau disebut dengan nama besar Elvi yang sudah melegenda sebagai Ratu Dangdut. Tetapi, sebagai anak dari Elvi, Wirdha tak membantah sebagai generasi penerus dari "Ummi" sebutan sayang Wirdha untuk Elvi Sukaesih.

Sebagaimana single pertama, untuk single kedua ini, baik Wirdha dan Aljabar, masih ditangani langsung oleh Joel Bahar yang membuatkan lirik dan aransemen musik untuk lagu-lagu mereka.

"Ini single yang kedua, semuanya karya dari bang Joel Bahar. dari single pertama, 'Tak Tahu Diri' terus sekarang single kedua, 'Player'Juga (Karya Joel Bahar)," Kata Wirdha Sylvina saat konferensi pers di Radio D FM 103.4, di Gedung Granadi, Jakarta, Sabtu (29/6/2019).

Untuk lagu yang dirilis Aljabar, Wirdha mengatakan, baru dengan Aljabar-lah, Joel Bahar menciptakan lagu anak-anak.  "Baru kali ini nih, dia ciptain lagu untuk Aljabar. Sampai dua lagu ya, yang (lagu) 'Wak Wak Gung' sama 'Semangat Pagi'," Kata Wirdha sambil melirik anaknya yang ikut dalam konferensi pers tersebut. Menurut Wirdha bakal ada lanjutan dari single-single mereka.

Saat ditanyakan kenapa single lagu kedua Wirdha berjudul 'Player'? Menurut dia, jika di era saat ini, penggunaan bahasa Inggris sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia.

"Player sama dengan 'pemain', artinya, banyak di kehidupan sehari-hari juga kita sering nemuin, ni kayanya.. pemain nih orang nih. Tiba-tiba kita ditikung, atau tiba-tiba kita digimanain.. terus sepertinya dia memang sudah biasa melakukan ini (pemain) gitukan. Jadi itu istilahnya. Player nih orang nih, seperti misalnya kalo hubungan percintaan, cowo-cowo yang baru-baru deketin cewe.. terus kenalan, segala macem, tapi niatnya nggak serius.. ujung-ujungnya cewenya dikecewain. Gitu.." Terang Wirdha.

"Jadi diambil dari kata-kata itu, sebenarnya sih artinya, orang yang sudah biasa melakukan itulah (nggak serius)...gitu.. memang sudah ahlinya untuk menikung dan sikut-sikutan." Kata Wirdha.

Uniknya, lagu-lagu yang dirilis Wirdha kerap disangkut-pautkan dengan hubungannya yang sedang tak bagus dengan Elvi dan saudara-saudaranya yang lain. Lagu 'Tak Tau Diri' dan 'Player' dituding sebagai lagu sindiran bagi pihak yang dianggap tak suka kepada Wirdha.

Namun Wirdha membantah tuduhan itu. Menurutnya, jika lagunya disebut-sebut sebagai sindiran kepada seseorang, semua dikembalikan kepada pribadi masing-masing.

"Kalau dibilang tersindir atau segala macem itu..kembali lagi kepada hak masing-masing orang. Yang jelas di dalam lagu saya tersebut, tidak menyebutkan nama siapa..atau..secara gamblang gitu ya, terus video klip-nya juga tidak menggambarkan sesuatu yang terjadi di kehidupan nyata saya. Jadi kalau misalnya dibilang mau (bikin) tersinggung, ya silahkan aja tersinggung. Tapi, inilah sebuah karya." papar Wirdha.

Menurut dia, seseorang bebas berkreasi apa pun. "Orang mau berkreasi.. bebas dong, yaa jangan baper-lah, jangan dibawain perasaanlah seperti di medsos, kan orang bebas posting apa aja.. ya kan.." katanya.

"Jadi.. semua balik lagi ke masing-masing pribadi aja, yang jelas kalau buat saya, saya tidak bermaksud buat menyidir atau apa.. itukan universal, bisa terjadi sama siapa aja." tandas Wirdha Sylvina. (*).

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga