Bawaslu Akan Putuskan Status Dugaan Mahar Politik Rabu Mendatang

Jakarta, Akuratnews.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI akan memutuskan status dugaan mahar politik yang dituduh dilakukan Sandiaga Uno pada hari Rabu, 29 Agustus 2019 mendatang.

Bawaslu akan memutuskan status kasus tersebut dalam rapat pleno dan hasilnya akan diumumkan ke publik.

"Bagaimana status laporan yang dilakukan, kami akan dalami dalam pleno yang akan kami lakukan pada Rabu. Nanti kami akan lihat bagaimana hasilnya, statusnya seperti apa, nanti bisa lihat di papan pengumuman dan juga akan press conference," ujar Anggota Bawaslu Edward Fritz Siregar di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin Nomor 14, Sarinah, Jakarta, Senin (27/08/2018).

Bawaslu, kata Fritz, masih belum bisa memanggil saksi lain termasuk Sandiaga Uno dalam kasus ini karena Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief tidak memenuhi panggilan Bawaslu. Menurut Fritz, kesaksian Andi Arief sangat menentukan bagi Bawaslu untuk memanggil pihak lain karena Andi Arief yang pertama mengungkapkan kasus ini ke publik.

"Apa dasar kami memanggil yang lain. Sedangkan yang menduga adanya hal tersebut, tidak menyampaiakn kepada kami bahwa apa ini benar atau tidak. Yang tahu adalah Pak Andi Arief," tandas dia.

Bawaslu, kata dia tidak bisa bertindak seenaknya dalam menelusuri suatu kasus. Bisa saja, menurut dia, Bawaslu dianggap salah jika memanggil orang lain tanpa ada kesaksiaan dari saksi yang pertama kali menyampaikan informasi dugaan mahar politik ini.

Kesaksian Andi Arief, lanjut Fritz, sebenarnya bisa memberikan keyakinan kepada Bawaslu bahwa telah terjadi dugaan pelanggaran atau belum. Setelah adanya keyakinan, kata dia, Bawaslu baru bisa memanggil pihak lain yang terkait.

"Pertanyaannya adalah kami tidak memiliki bukti apa-apa yang mengarah kepada dugaan pelanggaran tersebut telah terjadi apa tidak. Sekarang kan tidak ada bukti yang dapat mendukung bahwa telah terjadi sebuah dugaan pelanggaran tersebut. Bukti yang dapat meyakinkan yang dapat meyakinkan kami, bahwa sebuah dugaan telah terjadi," jelas dia.

Sebagaimana diketahui, Andi Arief merupakan salah satu saksi yang dihadirkan oleh pelapor kasus dugaan mahar politik Sandiaga ke Bawaslu. Pelapor, Forum Indonesia Bersatu (Fiber) mendasarkan laporannya pada keterangan Andi Arief yang menyebutkan bahwa Sandiaga memberi uang sebesar masing-masing Rp 500 miliar kepada PAN dan PKS dalam proses pencalonan presiden dan wakil presiden.

Andi Arief sudah tiga dipanggil Bawaslu, pemanggilan pertama dilakukan pada Senin (20/8). Pemanggilan kedua dilakukan pada Selasa (21/8). Pemanggilan ketiga sudah dilakukan pada Jumat (25/8) lalu. Namun, yang bersangkutan tetap absen dalam tiga panggilan itu.

Hari ini, Bawaslu juga memanggil Andi Arief untuk memberikan keterangan terkait dugaan mahar politik ini. Namun, sampai saat ini, Andi belum memberikan konfirmasi kepada Bawaslu, apakah dirinya hadir atau tidak. (Yud)

Penulis:

Baca Juga