Kurban Berdayakan Desa

Baznas Berencana Potong 3.000 Ekor Kambing

Jakarta, Akuratnews.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merencanakan pemotongan 3.000 ekor kambing untuk dibagikan kepada 60.000 Kepala Keluarga kurang mampu dalam program Kurban Berdayakan Desa.

"Sebanyak 3.000 ekor kambing yang dipotong direncanakan dapat dirasakan manfaatnya oleh 60.000 Kepala Keluarga atau sekitar 240.000 penduduk desa yang membutuhkan di 23 propinsi di Indonesia," kata Ketua Panitia Nasional Kurban BAZNAS 2019, Mohammad Indra Hadi dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (3/7).

“Kurban Berdayakan Desa disiapkan untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh mustahik dari Aceh hingga Papua,” sambungnya.

3000 domba dan kambing kurban ini merupakan hasil dari para peternak mustahik dalam Program Balai Ternak Baznas yang dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.

"Ketika pekurban itu membeli (hewan kurban) melalui Baznas. Baznas akan membeli kambing para peternak binaan Baznas dan disembelih dikampung itu juga. Jadi, Program Baznas berdayakan desa ini benar-benar memberdayakan desa," ujarnya.

Indra menjelaskan, dari segi ekonomi, ketika kurban dilakukan di desa, maka usaha peternakan warga akan makin berkembang dan berbagai industri turunan akan mengikuti, seperti olahan kulit dan kotoran kambing pada Program Balai Ternak Baznas di Semarang dan Banyumas, Jawa Tengah serta Tanah Datar, Sumatera Barat.

"Perputaran roda perekonomian menjadi semakin kuat. Di Tanah Datar, usaha peternakan warga mengundang munculnya usaha pabrik pakan ternak dan budidaya tanaman hias. Di Kendal, Jawa Tengah, produksi kompos dari kotoran kambing dimanfaatkan untuk mengembangkan budidaya tanaman jambu yang kemudian dijual dalam bentuk makanan olahan," bebernya.

Dari sisi pendidikan, lanjut Indra, dengan perputaran ekonomi dari kurban berdayakan desa, akan membantu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menempuh pendidikan lebih tinggi dan memperbaiki fasilitas pendidikan terdekat.

“Kurban berdayakan desa juga mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa, dari anak-anak hingga orang dewasa. Daging sapi dan daging kambing mengandung berbagai zat gizi yang membantu pertumbuhan anak-anak desa lebih sehat,” katanya.

Melalui program kurban berdayakan desa, masyarakat dapat berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan penduduk desa dalam empat bidang sekaligus yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan dan budaya.

"Baznas mengajak masyarakat untuk menjadikan ibadah kurban sebagai upaya pemberdayaan desa,” terangnya..

Baznas juga mendorong Baznas provinsi dan BAZNAS kabupaten/ kota untuk melaksanakan Kurban Berdayakan Desa di seluruh Indonesia sehingga dapat meningkatkan program-program pemberdayaan desa.

Berdasar perhitungan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia (UI), kurban menyimpan potensi sebesar Rp69,9 Triliun di Indonesia. Dengan Kurban Berdayakan Desa, diharapkan potensi sebesar ini dapat dimaksimalkan untuk mengembangkan pemberdayaan desa.

Penulis: Yandi Permana
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga