Baznas Kerjasama Dengan PEBS UI Luncurkan Buku “Ekonomi Kurban”

Jakarta, Akuratnews.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerjasama dengan Pusat Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PEBS UI) meluncurkan buku Ekonomi Kurban di Auditorium MM, UI Salemba, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).

Buku ini merupakan buku yang menggambarkan potensi ekonomi ummat dalam momentum Hari Raya Idul Adha yang diperingati tiap tahunnya.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo mengatakan, kurban merupakan sebuah ritual penghambaan muslim kepada Tuhannya yang beririsan langsung dengan sektor ekonomi ummat sekaligus berdampak sosial.

Selain Ibadah, menurut Bambang, kurban mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan keadilan bagi mustadh'afin atau orang-orang lemah, rentan serta terpinggirkan.

"Di sisi lain, belum ada literatur yang secara langsung dan terpadu membahas kaitan antara kurban dengan kondisi sosial, pemberdayaan ekonomi serta manajemen," katanya.

Ia menilai, kurban sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan nasional dengan aktivitas jual beli kurban maupun penambahan protein hewani bagi masyarakat tidak mampu.

Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan perhatian pada kurban, terutama dalam kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi. Selain itu, diharapkan pula ide-ide serta eksekusi untuk mewujudkan pelaksanaan kurban yang lebih baik.

"Buku ini menjelaskan jawaban-jawaban dari pertanyaan terkait posisi, relasi, dan relevansi antara kurban serta kondisi sosial ekonomi kita," ungkap Bambang.

Ditempat yang sama, Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB UI, Rahmatina Awaliah Kasri mengatakan, dari dimensi ekonomi, ibadah kurban diharapkan menjadi sebuah moment berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada sesama.

"Selain itu, ibadah kurban melibatkan perputaran dana hingga Rp69,9 triliun. Dana ini diharapkan bisa menjadi pendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, peningkatan gizi dan pada akhirnya diharapkan bisa mewujudkan kesejahteraan sosial," ucap Rahmawatina.

Peningkatan permintaan hewan ternak secara besar-besaran pada hari raya Idul Adha secara sistemik akan berpengaruh pada peningkatan jumlah hewan ternak yang harus disediakan oleh peternak.

“Asumsinya jika permintaan meningkat, sektor ternak harus mampu memenuhi permintaan tersebut. Untuk dapat memenuhi permintaan tersebut, diperlukan pengokohan industri, penguatan infrastruktur, serta inovasi yang dapat membantu proses produksi,” ujarnya.

Nantinya buku 'Ekonomi Kurban' sendiri akan didistribusikan kepada institusi pendidikan terkait, pemerintah, seperti kementerian peternakan, keuangan, perdagangan dan lainnya.

"Kami sendiri di UI menjadikan buku ini sebagai referensi karna banyak unsur pemberdayaan ekonomi," pungkas Rahmawatina. (Yan)

Penulis:

Baca Juga