Bea Cukai Telah Lakukan 4.062 Penindakan Terhadap Rokok Ilegal

Jakarta, Akuratnews.com - Pemerintah mencatat hasil survei tingkat peredaran rokok ilegal secara nasional turun menjadi 7,04 persen. Angka tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan tahun 2016 sebesar 12,14 persen.

Survei dilakukan Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai bekerja sama dengan Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (FEB UGM).

"Hingga 14 September 2018, DJBC telah melakukan 4.062 penindakan terhadap rokok ilegal, jumlah ini naik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.966 penindakan," ujar Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, dalam siaran pers di Kementerian Keuangan, Kamis (20/09/2018).

Tipe pelanggaran masih didominasi oleh rokok polos atau rokok yang tidak dilekati pita cukai sekitar 52,6 persen dari total rokok ilegal, dilanjutkan rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai salah peruntukan, rokok dengan pita bekas, dan rokok dengan pita cukai salah personalisasi.

"Ada yang menggunakan pita cukai untuk rokok lebih murah pada rokok yang harganya lebih mahal, ada pula yang menggunakan pita dari rokok jenis lain," ungkapnya.

Survei dua tahunan yang telah dilakukan sejak tahun 2010 ini bertujuan untuk mengestimasi persentase pelanggaran cukai rokok ilegal yang dilakukan oleh industri rokok secara nasional. Selain itu, menghitung proporsi pelanggaran cukai rokok ilegal berdasarkan tipe pelanggarannya.

Untuk diketahui, Survei rokok ilegal dari P2EB UGM tersebut telah dilakukan di 426 Kota/Kabupaten di Indonesia. (Muj)

Penulis:

Baca Juga