Beasiswa, Wujud Pengabdian STIE Ganesha kepada Anak Bangsa

Pembina YPGG, Dr. H. Alimuddin Al Murtala, Ketua STIE Ganesha Dr. Achmad Mulyana dan jajaran staf STIE Ganesha foto bersama selepas Kuliah Umum dan Bimbingan Teknis dengan mahasiswa para penerima beasiswa di kampus STIE Ganesha, Ciputat, Tangsel.

Tangsel, Akuratnews.com - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha menggelar Kuliah Umum dan Bimbingan Teknis bagi penerima program beasiswa S1 dan S2 di Kampus STIE Ganesha Jl Legoso Raya No.31, Ciputat, Tangerang Selatan pada Minggu ( 25/8/2019).

Puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu antusias mendengarkan kuliah umum diberikan oleh lima pembicara yang dihadirkan.

Pembina Yayasan Pendidikan Graha Ganesha (YPGG) Dr. H. Alimuddin Al Murtala mengatakan, bahwa beasiswa yang diberikan STIE Ganesha merupakan tindak lanjut pengabdian Yayasan kepada anak bangsa yang memiliki keinginan untuk menimba ilmu.

"Latar belakang munculnya beasiswa itu adalah sebagai tindak lanjut Visi Misi Yayasan, sebagai tindak lanjut pengabdian Yayasan kepada anak bangsa. Mengapa saya sebut anak bangsa?, karena beasiswa itu diberikan tidak melihat dari unsur mana dia yang penting mau belajar, punya etikad baik, memiliki akhlakul karimah ayo silahkan bergabung," kata Alimuddin dihadapan para penerima beasiswa.

"Mungkin anda bertanya, ternyata pak Ali ini orang kaya, tidak!. Yang kaya itu Allah, gedung yang dimiliki dua (di) sana (dan) sini itu titipan Allah," ujarnya.

Karena titipan Allah, lanjut Alimuddin, daripada saya ikut politik teriak-teriak di Senayan ikut sama-sama ditahan oleh KPK, mendingan dana yang ada bersama teman-teman untuk membangun anak bangsa.

"Kenapa (alasannya)?, tiga setengah abad kita berdiri dikakinya asing, dijajah. Tiga setengah abad itu luar biasa, berapa kekayaan kita dibawa kesana? maksud saya ayo kita jadi tuan rumah di negeri sendiri," ajaknya.

Ia juga kembali menegaskan bahwa beasiswa yang diberikan semata-mata untuk membangun bangsa melalui pendidikan.

"Jadi maksud saya, latar belakang kami berikan beasiswa sekalipun parsial, kita ingin membangun bangsa ini dengan ilmu, kita ingin membangun bangsa ini dengan hati nurani, kita ingin membangun bangsa ini dengan akal sehat. Untuk itu saya jelaskan latar belakang beasiswa," jelasnya.

Alimuddin mengungkapkan, STIE Ganesha bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) diantaranya Pemda Cirebon, Indramayu, Kuningan dan NTT dalam perekrutan mahasiswa untuk diberikan beasiswa.

Sementa Ketua STIE Ganesha, Dr. Achmad Mulyana sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah tersebut.

"Ini (mahasiswa) dari daerah cukup antusias, (karena) daerah-daerah membutuh lulusan-lususan yang baik untuk membangun daerah masing-masing sampai-sampai ada yang diantar dan dibawakan kopernya oleh Wakil Bupati, sangat luar biasa," tuturnya.

"Ini yang berat yang kuliahnya, bukan Wakil Bupatinya bawa koper, karena dituntut tanggung jawab pulang harus bawa hasil, iya gak?. karena anda ditunggu, daerah menunggu anda supaya berkembang daerahnya," sambungnya.

Achmad berharap, mahasiswa yang berasal dari daerah yang mendapat beasiswa itu agar secepatnya kembali ke kampung halaman masing-masing setelah menyelesaikan pendidikannya.

"Jadi ini (mahasiswa) yang dari berbagai daerah selesai kuliah langsung pulang ke daerah masing-masing membangun daerahnya, harapan kita semua seperti itu," ucapnya.

Terkait legalitas STIE Ganesha sendiri, Achmad Mulyana mengungkapkan tidak ada permasalahan.

"Ganesha saat ini sedang mengembangkan diri, jadi semua legal masuk ke pangkalan data (perguruan tinggi Kemendikti). Mahasiswa yang resmi mahasiswa STIE Ganesha yang resmi adalah tercatat dipangkalan data," ungkapnya.

Achmad juga mengajak untuk teliti dan mempertanyakan jika status sebagai mahasiswa tidak tercatat di Pangkalan Data Perguruan Tinggi Kemristekdikti.

"Kalau tidak tercatat dipangkalan data ini perlu dipertanyakan sejak awal, makanya disini dibutuhkan persyaratan administrasi seperti ijazah SMA untuk yang S1 atau ijazah S1 untuk program S2-nya sampai Kartu Keluarga (KK), sekarang kartu keluarga pun diminta karena ada kode disitu, jadi semua mahasiswa harus melengkapi," pungkasnya.

Penulis: Yandi Permana
Editor:Redaksi

Baca Juga