Begini Cara Camat Kontunaga Tertibkan Hewan Ternak Warga

Camat Kontunaga Andi April
Camat Kontunaga Andi April

AKURATNEWS - Hewan ternak milik warga yang berkeliaran dan tak dikandangkan menjadi salah satu problem di Kabupaten Muna. Hewan ternak jenis sapi, kambing dan lainnya kerap ditemukan di tempat-tempat umum, baik di Kota maupun  di desa-desa.

Padahal Pemkab Muna telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) Muna, nomor 12 Tahun 2021 tentang pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 Tahun 2018, tentang pemeliharaan hewan ternak.

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) penertiban gencar digelar di kota Raha dan sekitarnya. Bahkan sangsi diberikan bagi mereka yang ternaknya Kedapatan di tempat umum. Namun sepertinya sangsi itu tak lantas membuat mereka jerah. Hewan ternak masih saja keluyuran.

Problem serupa juga terjadi dibeberapa kecamatan di Muna. Salah satunya di Kontunaga.

Menyikapi hal tersebut, Camat Kontunaga Andi April bersama perangkatnya terjun langsung ke rumah-rumah warga yang memiliki ternak.

"Penertiban itu perlu, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, karena kita mengacu pada Perbub dan Perda tentang pemeliharaan hewan ternak dan semua kita lakukan untuk mencari yang terbaik demi kenyamanan maupun untuk kesejahteraan masyarakat," ucap Andi April, pada Akuratnews.com Jumat 24 September 2021.

Namun sebelum penindakan dilakukan, pihaknya telah membentuk tim untuk  mensosialisasikan Perda dan Perbup tersebut ke desa-desa yang dimulai sejak 9 Agustus hingga 19 Oktober 2021.

Tujuannya sosialisasi ini sendiri sambung April, agar tercipta kesepahaman antara pemerintah dengan masyarakat serta ada perlindungan terhadap masyarakat maupun pemilik ternak.

"Walau proses sosialisasi belum berakhir waktunya, alhamdulillah selama sosialisasi berlangsung warga pemilik ternak telah memahami langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah," terang Andi April.

Diapun menjelaskan jika ada pemilik ternak yang menyalahi Perda dan Perbub, pihaknya akan melayangkan surat pemberitahuan dalam proses penertibannya. Paling lambat dua hari sebelum penertiban surat yang akan dilayangkan itu akan diterima oleh masyarakat pemilik hewan ternak.

"Penertibannya kita mengedapankan langkah langkah persuasif dan edukatif,  melakukan pendekatan dan mengedukasi pemiliknya untuk mengkandangkan atau mengikat hewan ternaknya agar tudak berkeliaran," terang mantan guru itu.

Tidak hanya fokus pada penertiban semata, disisi lain April melihat potensi peternakan yang sangatlah menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat bagi pelaku peternak di wilayahnya. Ia juga melakukan pendataan hewan- hewan ternak yang dimiliki warganya.

"Sebelum pendataan kami lakukan estimasi awalnya itu kiranya ternak sapi itu berada dikisaran 300-an ekor, dan ternyata setelah kami melakukan pendataan dilapangan, jumlahnya malah melebihi dua kali lipat," Kata Andi April.

"Insya Allah jika kita sudah perlakukan seperti itu, maka pada giliranya hewan ternak itu juga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama peternak itu sendiri," tutup April.

Penulis: Zainal Arifin

Baca Juga