Begini Kata Ketum Gempari Terkait Video ‘Guyonan’ Murid Terhadap Guru

Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja Indonesia (GEMPARI) Hj. H. Patrika S.A Paturusi S.H
Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja Indonesia (GEMPARI) Hj. H. Patrika S.A Paturusi S.H

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja Indonesia (GEMPARI) Hj. H. Patrika S.A Paturusi S.H, menanggapi perihal video 'guyonan' yang dilakukan oleh sekumpulan murid terhadap seorang guru salah satu SMK Swasta di Kendal, Jawa Tengah.

Menurut Patrika yang kerap disapa Anggie itu, sikap seperti itu tidak sepatutnya dilakukan. Karena hal itu kata dia, mencerminkan sikap yang tidak hormat dari seorang siswa terhadap gurunya.

"Artinya tidak patut memang dilakukan," kata Anggie saat dihubungi Akuratnews.com, Senin (12/11/2018) malam.

Anggie menyebut, seorang anak tidak hanya mendapat pendidikan dari sekolah, melainkan juga di rumah.

"Dimana orangtua harus mendidik anaknya bagaimana seharusnya menghormati guru. Jadi semua kembali dari rumah," tukasnya.

Melihat kejadian ini, Anggie lantas berharap hal serupa tidak terulang. Ia menegaskan agar guru bisa memberi contoh yang baik.

"Begitu juga dengan orangtua harus mendidik anaknya di rumah sehingga bisa bersikap lebih baik dan mampu menghormati guru," pungkas Anggie.

Sebelumnya Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang pendidikan, Retno Listyarti juga menyayangkan hal itu terjadi. Menurutnya, itu mencerminkan ketidak santunan sikap dan perilaku peserta didik terhadap sang guru.

"Dengan tujuan dan alasan apapun, tindakan para siswa tersebut sebagaimana terlihat di video merupakan tindakan tidak patut dan tidak bisa dibenarkan," kata Retno di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Untuk diketahui, sebelumnya sempat beredar video yang diduga sekelompok murid melakukan tindakan bullying terhadap gurunya.

Namun, setelah dikonfirmasi oleh Kepala SMK yang bersangkutan, faktanya tidak ada pemukulan atau kekerasan fisik, karena sebenarnya para siswa dan guru tersebut hanya guyonan (bercanda).

(Rhm)

Penulis:

Baca Juga