Begini Penjelasan Polisi Soal Tahanan Tewas di Mapolresta Depok

Depok, Akuratnews.com - Pihak Polresta Depok membantah soal kabar tewasnya seorang tahanan tersangka pencurian kendaraan bermotor (Ranmor) yang meregang nyawa di ruang penyidik Polresta Depok.

Polisi juga pastikan tidak ada kekerasan yang dilakukan pada tersangka Ranmor, Yulius Lucas Tahapary (35) saat di ruang penyidik.

Tersangka jadi tahanan Polresta Depok sejak Selasa,(13/11/2018). Dan diketemukan saat tidak sadarkan diri di lorong ruang tahanan pada Rabu,(14/11/2018).

"Saat itu, Rabu,(14/11/2018) sekitar pukul 12 siang petugas piket di depan ruang tahanan mendapat kabar dari dalam ruang tahanan bahwa ada seorang tahanan yang tidak sadarkan diri," jelas Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus, saat dijumpai di Mapolresta Depok, Jumat,(16/11/2018).

Dikatakannya, saat itu dengan kondisi tidak sadarkan diri, Yulius Lucas Tahapary langsung dibawa ke RS Polri di Kramatjati Jakarta Timur. Piihak keluarga juga langsung dihubungi.

"Di sana (RS Polri) pihak keluarga mendapat penjelasan langsung dari dokter. Untuk penyebab kematiannya masih belum tahu," katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara ditemukan ada luka dibagian lengan kiri bawah dan pinggang. Hasil visum luar tidak ada luka luar yang dialami korban.

Sedang untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban harus dilakukan visum luar dan dalam atau otopsi.

Menurut Firdaus, saat di RS Polri pihak keluarga diwakili oleh kakak kandung korban. Melalui kakak kandung korban, tidak bersedia diotopsi dan membuat pernyataan tidak diotopsi.

"Sehingga hasil pemeriksaan sementara pihak dokter menyatakan penyebab kematian belum dapat diketahui lantaran tidak dilakukan visum dalam," katanya.

Atas kejadian itu, Firdaus juga menyebut pihaknya justru membantu proses mulai dari RS sampai ke rumah korban. "Pak Kapolres juga menyampaikan turut berduka pada pihak keluarga dan perwakilan dari Polresta sudah datang ke rumah korban," terangnya.

Kini secara internal pihak Polresta Depok masih lakukan penyelidikan terkait tewasnya tersangka Ranmor yang ditangkap pada Senin,(12/11/2018). Pihak Propam telah lakukan pemeriksaan terhadap petugas piket saat itu dan tiga orang tahanan.

"Saat ini proses penyidikan masih berlanjut dan hasilnya masih belum dapat disimpulkan karena prosesnya masih running," katanya.

Sebelumnya istri Yulius Reni Agustina (28) sempat menyebut kalau suaminya meninggal dengan tidak wajar karena adanya sejumlah luka lebam di tubuh suaminya saat masih diperiksa penyidik.

"Suami saya meninggal dengan luka lebam di pinggang kanan, dada kanan dan kiri, tangan kanan dan kiri, serta kaki. Dia meninggal di ruang begitu saya enggak tahu ruang apa tapi bukan sel," kata Reni di rumah duka, Kamis,(15/11/2018).

Reni juga menyesalkan karena sejak dilakukan penangkapan hingga meregang nyawa, Reni tidak sempat berkomunikasi dengan Yulius. "Saya ketemu suami saya setelah di tangkap sampai sekarang sudah tidak bernyawa lagi," ujarnya. (Eko)

Penulis:

Baca Juga