oleh

Belajar dari Bupati Neneng, ASN Diminta Berhenti Bersikap seperti “Tuan”

Jakarta, Akuratnews.com – Pekan ini, publik dihebohkan dengan pemberitaan operasi tangkat tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kabupaten Bekasi, Neneng Hassanah Yasin. Ia diduga menerima suap izin pembangunan proyek hunian modern Meikarta.

Lembaga Emrus Corner menilai, perilaku koruptif terus-menerus terjadi lantaran ada yang salah secara mendasar dari sistem pelayanan publik di Indonesia. Persoalan mendasar diyakini terletak pada pelayanan publik oleh aparatur sipil negara (ASN) itu sendiri.

“Bila diselisik lebih seksama, dalam pelayanan publik oleh aparat ASN di setiap instasi pemerintah masih ada oknum belum menghayati dan melakukan revolusi mental sebagaimana yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Emrus Sihombing dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/10/2018).

Ia mengatakan ketika masyarakat berurusan dengan pelayanan publik di instasi pemerintah, kerapkali terjadi oknum ASN berperilaku seperti “tuan”. “Sekali lagi saya sebut seperti tuan baginda raja yang disembah dengan bawaan upeti, sangat menyedihkan,” tukasnya.

Emrus menuturkan hal dapat dilihat melalui gaya komunikasi oknum ASN dalam melayani publik seperti penggunaan bahasa tubuh, cara memandang, gaya berdiri, tekanan suara, respon yang berbelit-belit dan sebagainya. Semua itu menurutnya memposisikan ASN sebagai lebih dominan dalam menentukan proses komunikasi pelayanan.

“Inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan dalam pelayanan publik di Indoensia,” ucap Emrus.

Lebih lanjut, ia menegaskan peristiwa OTT oknum terkait pembangunan Meikarta harus menjadi pintu masuk bagi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melakukan revolusi mental dan mendasar dalam sistem pelayanan publik di seluruh instasi pemerintah.

“EmrusCorner menyarankan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar melakukan kajian kepada satu atau dua unit terdepan pelayanan publik dari suatu kementerian yang langsung berhadapan dengan pelayanan publik,” ucapnya.

“Sudahi dan hentikan perilaku ASN seperti tuan baginda yang haus disembah. Masuklah dengan gaya komunikasi pelayanan prima dan sepenuh hati. Ingat, rakyat butuh pelayanan dari ASN yang digaji dengan pajak rakyat,” pungkas Emrus. (Ysf)

Komentar

News Feed