Belajar Menjadi ‘Super Mom’ Dari Wina Ayu Kencono Larang

Wina Ayu Kencono Larang, Wanita Inspiratif di tengah gerusan jaman. (Foto Redaksi akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Ibu, sebuah nama yang memiliki arti dan menempati maqam (tingkatan) tertinggi hingga disebutkan dalam agama tertentu yang disahkan di tanah air, diibaratkan surga berada di bawah telapak kakinya. Namun, di tengah modernisasi yang terus berkembang, kadang kedudukan seorang ibu menjadi tak berharga. Figur ibu yang sebelumnya ditakuti, dijunjung tinggi kini terinjak-injak di tengah perkembangan jaman yang dinilai justru melebihi jahiliah.

Adalah Wina Ayu Kencono Larang, sang wanita yang disebut-sebut super mom bagi anak-anaknya. Bagaimana tidak, di tengah kesibukannya sebagai seorang pengusaha dan wanita yang bergelut di bidang sosial, ibu dari enam anak ini tidak lupa harus berinteraksi dengan sang buah hati, walaupun hanya lewat smartphone.

"Setinggi apapun kedudukan perempuan dalam pekerjaannya, dia tetap harus menjadi seorang ibu dan istri sesuai kodratnya. Saya di rumah, harus melepaskan semua atribut saya di luar. Saya harus memasak untuk anak-anak saya, suami saya karena itu merupakan ladang pahala saya sebagai seorang wanita," ujarnya, kepada redaksi Akuratnews.com, saat bincang santai sebelum dirinya menerima penghargaan sebagai wanita inspiratif versi Pusat Profil dan Biografi Indonesia, di Hotel Mercure Simatupang, Jakarta (23/8).

Melihat perkembangan di dunia kaum Hawa saat ini, Ayu menjelaskan, bagaimana perempuan sekarang cenderung modern, tapi banyak yang kebablasan. Mereka meniti karir tetapi cenderung melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan.

"Bagi saya seorang wanita yang hebat tidak melupakan kodratnya. Boleh kita mempercantik diri, mengejar karir tetapi tidak melupakan kodratnya. Bagi saya gelar terhebat adalah supermom dan istri Solehah," tegasnya.

"Super mom adalah ibu terbaik, dan terhebat bagi anaknya. Jadi saya tidak setiap hari dengan anak tetapi saat saya ada di rumah, saya sepenuhnya untuk anak-anak saya. Kalaupun saya jauh, kontrol jam makan, sholat, belajar dan sebagainya. Walaupun berjauhan tetap kontrol. Saya dengan anak bagaikan kawan. Kami menerapkan keterbukaan antara ibu dan anak, baik buruknya," tambahnya.

Bagi para wanita yang belum menikah dan cenderung mengejar karir, Ayu berpesan, jangan terlalu lama mengejar karir. Karena ada kodrat yang tidak bisa diganggu gugat pemberian dari Yang Maha Kuasa.

"Bagi yang belum menikah jangan kelamaan mengejar karir. Bagi saya seorang muslim disunahkan untuk menikah. Bagi mereka yang lebih mementingkan karir dia tidak memikirkan keturunannya," ujar Ibu yang tidak ingin diganggu saat jam bersama keluarganya.

Untuk wanita di Indonesia, dia menegaskan, terlalu kerdil seorang perempuan mengandalkan kecantikan tanpa diimbangi dengan prestasi dan kecerdasan.

"Percuma kamu cantik kalau kamu tidak berprestasi dan cerdas. Prestasi bukan harus ikut perlombaan dan sebagainya. Tetapi saat anak mengucapkan Miss you mom, I love you mom, itu sudah menjadi prestasi sesuai kodratnya sebagai seorang ibu. Prestasi yang dimaksud adalah landasan moral," tandasnya.

Penulis:

Baca Juga