Belajar Peduli Dari Kepala SMK Tunas Media Roni Madropi

"Ketika saya mengisi sebuah acara untuk program-program itu manfaatnya luar biasa dirasakan oleh orang banyak. Orang tua yang merasakan manfaat itu Ayo Cerdas Digital itu sudah sangat terasa buat masyarakat. Bahkan di kajian-kajian saya."

Depok, Akuratnews.com - Belajar bukan hanya sekedar menuntut ilmu di bidang formal saja. Namun, belajar bisa datang dari mana saja, seperti halnya yang dilakukan oleh Kepala SMK Tunas Media Roni Madropi, S.Pd, Msi, selain memberikan bimbingan belajar mengajar di SMK Tunas Media, dirinya aktif dalam beberapa kegiatan sosial yang dilakukannya kepada warga masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan kejadian di lingkup keluarga.

Jika merujuk pada eksistensi pria berkumis lebat ini, baru hanya sekitar dua tahun kurun waktu dirinya mengabdi kepada SMK Tunas Media, yang berhasil mengembangkan sekolah berbasis IT tersebut hingga menghantarnya kepada prestasi tingkat nasional.

"Bagaimana saya mengembangkan sekolah berbasis IT, lalu dalam kurun waktu dua tahun sudah bisa membawa prestasi ke tingkat nasional dengan menjadi juara LKS tingkat nasional di bidang animasi yang diselenggarakan di Kota Malang," ujar pemilik ayah dari tiga orang anak ini.

Sebagai orang yang aktif di dunia organisasi, yang saat ini menjabat sebagai Sekjen Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dr Kota Depok, dirinya menginisiasi program "Ayo Cerdas Digital", yang mengajak para keluarga untuk lebih bijak dalam penggunaan gadget di lingkungan keluarga.

"Jadi saya punya perkumpulan yang namanya Ayo Cerdas Digital, di mana saya mengadakan workshop ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi ke para orang tua terkait dengan penggunaan gadget di dalam lingkungan rumah tangga. Di dalam lingkungan anak-anak masa usia sekolah saya menginisiasi itu, sejak dari tahun 2017. Selama dua tahunan hasilnya lumayan," terangnya.

Lebih jauh, pria asal Kota Udang ini, memaparkan bagaimana dalam program tersebut ada batasan yang diajukan untuk para keluarga dalam penggunaan gadget, khususnya bagi pelajar dan orang tua. "Saya menggagas tentang penggunaan gadget yang kita batasi di kalangan anak-anak pelajar dan orang tua. Apa yang saya sampaikan ke orang tua di seminar saya, salah satunya adalah penggunaan stop penggunaan gadget dari mulai pukul 18.00 sampai dengan 21.00 WIB. Jadi program 18-21 itu saya canangkan kepada orang tua, Stop tidak ada TV yang nyala tidak ada gadget yang dibuka dan lain sebagainya," paparnya.

"Anak yang belajar ya belajar. Anak yang mengaji ya mengaji dan lain sebagainya. Pada kegiatan keluarga sharing dengan keluarga, pokoknya waktunya keluarga 18-21 di pukul 21.00 WIB sudah tidur. Program itu sudah lumayan dirasakan luar biasa, sehingga yang tadinya anak-anak Itu kalau menggunakan gadget itu waktunya belajar nggak belajar dan lain sebagainya, saat ini sudah berubah," imbuhnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga