Belakang Thamrin Seperti Bangladesh Bukti Pemerintahan Jokowi Minim Perencanaan Wilayah

JAKARTA, Akuratnews.com - Senin (28/1) lalu, usai meninjau sejumlah titik kemacetan dari helikopter bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut Jalan MH Thamrin tidak berbeda dengan Singapura.

Namun, ketika melihat kondisi di belakang jalan tersebut atau ke Tanjung Priok, kondisinya sama seperti Bangladesh.

Menanggapi ucapan yang juga kritik dari JK tersebut, pakar masalah infrastruktur, Bambang Susanto Priyohadi menilai ucapan Wapres tersebut masih dalam kategori sangat lembut.

"Harusnya bisa lebih keras lagi. Tata wilayah Indonesia jelek, perencanaan tata wilayahnya amburadul," ujar Bambang usai diskusi Rabu Biru bertema 'Indonesia Pasca Jokowi, Infrastruktur Untuk Kemakmuran Rakyat' di Jakarta, Rabu (30/1).

Bambang sepakat, pemerintahan Jokowi ini minim dengan perencanaan wilayah. Sudah selayaknya pemerintah pusat melakukan penataan wilayah secara nasional.

Sedangkan pakar pembangunan daerah, Agung Mulyana menyatakan, kebijakan pembangunan perumahan pada periode pemerintahan Jokowi perlu diperbaiki dengan kebijakan baru yang terfokus pada upaya penyediaan rumah yang layak, sehat dan terjangkau bagi seluruh rakyat.

"Poin lain yang juga harus diperhatikan adalah tumbuh dan berkembangnya kota-kota baru dengan inti berupa perumahan menuntut perlunya kebijakan untuk mengatur administrasi manajemen kota-kota baru tersebut," ujar Agung.

Agung juga meminta di tingkat pusat perlu dipertimbangkan membentuk lembaga yang menangani urusan perumahan rakyat dan pembangunan perkotaan dalam satu kementerian.

"Tidak digabung dalam kementerian yang mengurus infrastruktur fisik, karena hal yang diurus bukan teknik konstruksi bangunan fisik yang megah, tapi membangun perumahan dan perkotaan sebagai upaya membangun peradaban bangsa," ujar Agung. (rianz)

Penulis:

Baca Juga