Belum Ditangkap, Pelaku Pencabulan di Surabaya Kembali Beraksi

Ilustrasi Pencabulan.

AKURATNEWS - Belum ditangkapnya AH (43) terduga pelaku pencabulan terhadap anggrek (bukan nama sebenarnya), gadis 9 tahun di Surabaya, membuat pria tersebut kembali melakukan aksi bejatnya.

Sebelumnya pada tahun 2020 lalu, AH telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh EPB (44), ibu Anggrek. Laporan terhadap pencabulan yang dilakukan pada 2019 silam itu, terdaftar dengan bukti laporan Polisi nomor LP/B/515/IV/2020/SPKT/POLRESTABES SURABAYA.

Namun, diduga tidak berlanjutnya proses hukum terhadap AH, ia dikabarkan kembali melakukan perbuatan tercelanya dengan mencabuli anak lain yaitu Mawar (Samaran) pada Senin (18/06/2022).

Atas kejadian tersebut, AH pun kembali dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dalam Laporan Polisi Nomor : TBL/B/515/IV/2022/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Kepada wartawan, SP ayah korban Anggrek mengaku pasrah atas lambatnya proses hukum terhadap pelaku pencabulan, yang dilaporkan sejak 3 tahun lalu. Ia pun kecewa lantaran polisi tidak segera menangkap pelaku.

"Rencana saya terserah pak kalau di tangani sama penyidik ya tidak apa apa kalau memang tidak ditangani ya terserah, Saya sadar kalau orang tidak punya, Kalau kasus seperti yang menimpa anak saya orang kaya mungkin beda," ungkapnya pasrah, saat ditemui Sabtu (25/06/2022) malam.

SP mengaku, dirinya pernah dimintai keterangan oleh Penyidik bernama Andini dan anaknya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk diperiksa psikiater serta dilakukan visum ulang.

"Waktu itu, saya dimintai keterangan sama penyidik. Anak saya juga dilakukan visum ulang serta diperiksa ke psikiater," imbuhnya.

Namun, meski telah dimintai keterangan dan pemeriksaan di psikiater serta visum ulang, penyidikan terhadap kasus yang menimpa anaknya tidak ada kepastian hingga saat ini.

SP menambahkan, dirinya merasa semakin kecewa dengan sikap Andini selaku penyidik, dimana ia pernah diminta untuk memberikan informasi bila ada perkembangan. Namun saat ia memberi tahu adanya peristiwa pelecehan yang dilakukan terlapor, Andini justru memarahinya.

"Seminggu yang lalu ada korban lagi yang masih duduk di bangku TK B, sehingga orang tuanya dan warga mendatangi rumah terlapor. Terlapor dan keluarganya meminta kepada orang tua korban untuk tidak dibawa ke ranah hukum," beber SP .

"Karena sebelumnya saya diminta memberikan informasi kalau ada perkembangan yang berkaitan dengan kasus ini, sehingga saya melaporkan. Namun Ibu Andini justru memarahi saya dan meminta agar tidak ikut campur urusan orang lain," katanya dengan suara lirih .

Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Wardi Waluyo mengatakan jika kasus ini sudah dalam proses penyelidikan.

"Sudah gelar, dari hasil gelar sudah memeriksa korban ke psikolog, memeriksa terlapor dan melakukan pengecekan ke TKP. Rencana tindak lanjut melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi, sudah naik proses sidik," katanya.

Penulis:

Baca Juga