Belum Tahan Tersangka Investasi Bodong Indosurya, Langkah Konkrit Polri Ditunggu

Jakarta, Akuratnews.com - Polri diminta segera menahan terduga pelaku kejahatan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Dittipideksus Polri berdasarkan surat penetapan Tersangka No: R/28.A/IV/RES2.2/2020/DITTIPIDEKSUS.

"Saya tegaskan bahwa syarat penahanan berdasarkan pasal 21 KUH Acara Pidana sudah terpenuhi yaitu syarat objektif. Ancaman pidana yang disangkakan kepada Henry Surya (HS) adalah 20 tahun. Sedangkan, syarat objektif KUHAP, ancamannya di atas lima tahun dapat dilakukan penahanan. Syarat subyektif resiko melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan juga rawan terjadi," ujar Priyono Adi Nugroho, kuasa hukum dari LQ Indonesia Lawfirm selaku pelapor pidana dugaan penipuan, penggelapan, tindak pidana perbankan dan pencucian uang Koperasi Indosurya dengan tersangka Henry Surya di Jakarta, Senin (22/2).

Ia juga meminta Polri dalam hal ini jajaran Dittipideksus jangan tebang pilih dalam menindaklanjuti laporan.

'Ada apakah sehingga Henry Surya yang sudah ditetapkan menjadi tersangka dengan dugaan pasal 46 UU Perbankan: pengumpulan dana masyarakat secara ilegal sehingga merugikan ribuan korban dengan jumlah Rp14 triliun tidak ditahan?Siapa beckingan tersangka hingga tidak ditahan, ini mesti di usut," kata Adi lagi.

Polri dinilainya juga wajib bertindak tegas dalam memberantas kejahatan yang memberikan dampak negatif terhadap masyarakat.

"Ingat.. sudah ada korban Indosurya yang meninggal, sakit dan mati secara finansial. Saya ingatkan bahwa Kapolri adalah pemimpin masyarakat dan bukan pelindung para mafia kejahatan finansial. Kapolri adalah simbol kebanggaan masyarakat dan seorang pemimpin aparat penegak hukum, harus tajam terhadap pelaku kejahatan apalagi sudah menjadi tersangka," ucap Adi.

Dengan tidak ditahannya Henry Surya, Adi khawatir citra Polri yang selama ini dipercaya masyarakat tercoreng.

Sementara itu, LQ Indonesia Lawfirm juga memberikan tanggapan kepada Koperasi Indosurya terhadap pers release Sonia Agustina dan beberapa orang yang mengaku korban Indosurya bahwa ada aksi menggangu proses homologasi adalah 'pepesan kosong'.

"LQ tidak pernah mencampuri urusan PKPU dan homologasi Indosurya, namun LQ Indonesia Lawfirm sebagai kuasa hukum para korban Indosurya berfokus kepada penegakan kasus secara pidana terhadap Koperasi Indosurya yang dilakukan tersangka Henry Surya," ujar Adi.

Ia juga menyarankan bagi korban Koperasi Indosurya lainnya untuk jangan takut mengungkap kebenaran dan bisa menghubungi Hotline LQ Indonesia Lawfirm untuk konsultasi gratis.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga