Benahi Pendidikan RI, Nadiem Perlu Pendamping yang Bertindak Stranaltis – Chemistry

Jakarta, Akuratnews.com - Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Kondisi sistem Pendidikan di tanah air oleh berbagai pihak acapkali dinilai masih belum ideal, karena belum mampu menjawab tantangan masa depan yang penuh dengan persaingan yang kompleks.

Bahkan, Pendididikan di RI juga dinilai masih belum terarah dan ditandai dengan seringnya terjadi pergantian sistem Pendidikan.

Seiring dengan terpilihnya CEO gojek Nadiem Makarim sebagai Menteri di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nampaknya memberi angin segar dan harapan baru bagi perbaikan sistem pendidikan di Indonesia, apalagi dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU sisdiknas) dapat dilihat dengan jelas bahwa tujuan Pendidikan untuk melahirkan manusia Indonesia seutuhnya, ungkap Koordinator Bidang Media Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia 2013 dan Koordinator Forum Wartawan Pancasila, saat berbincang dalam acara Ngopi Kebangsaan di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Apalagi Erwin pun menyayangkan, Sistem Pendidikan Indonesia saat ini masih memiliki banyak kekurangan dan kendala seperti fasilitas sekolah yang belum memenuhi syarat, sehingga menghambat perkembangan dan kemajuan dunia Pendidikan Indonesia sesuai amanat konstitusi RI.

Erwin pun menyoroti, kerjasasama atau kolaborasi yang kuat perlu dibangun di Kemendikbud, apalagi Presiden Jokowi akan menambah lagi enam posisi jabatan Wakil Menteri di dalam kabinet yang dinahkodainya, sehingga Erwin pun menilai Mendikbud Nadiem perlu sosok Wakil Menteri yang siap membantunya yaitu figur kuat dan memahami dunia Pendidikan.

"Pak Nadiem perlu dukungan sosok figur pendamping dalam menjalani jabatan barunya tersebut yakni figur kuat di Pendidikan. Memahami dunia pendidikan tidak hanya sekedar teoriritis tapi sudsh masuk dalam tataran praktik. sosok pendamping Nadiem tersebut harus mampu berpikir dan bertindak strategis, professional, loyal, taktis & chemistry (STRANALTHIS-CHEMISTRY) melengkapi kriteria calon menteri Pak Jokowi yaitu berani, eksekutor kuat dan integritas," seru Erwin.

Terkait Wakil yang layak untuk mendampingi Nadiem, AKJRS 2013 & FWP menilai sosok yang memenuhi kriteria tersebut adalah Indra Charismiadji, seorang pemerhati dan praktisi pendidikan sekaligus Direktur Eksekutif Center of Education Regulations and Developments Analysis, dengan spesialisasi di pembelajaran abad 21 atau Edukasi 4.0.

Keahlian yang dimiliki lulusan dari the University of Toledo, di kota Toledo negara bagian Ohio, Amerika Serikat dan di Dana University, kota Ottawa Lake, negara bagian Michigan, Amerika Serikat ini dianggap sebagai sosok yang sangat pas.

Menyikapi penilaian tersebut, Indra yang memiliki pengalaman bekerja di beberapa Perusahaan tingkat dunia di Amerika Serikat ini justru merendah hati dan tak mau berkomentar panjang lebar.

Indra menuturkan Indonesia yang kini tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 dengan persaingan semakin ketat perlu menyiapkan berbagai hak seperti mengubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini, diantaranya mempersiapkan model pembelajarab science, technology, engineering, art, math (STEAM) guna mengatasi ketertinggalan.

"Pendidikab di era industri 4.0 harus menjawab tantangan era 4.0 dimana kompetensi dasar seperti penalaran tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), keterampilan abad 21 (kritis dalam berpikir, kolaborasi,komunikasi,kreatif) berpikir komputasional (computational thinking) dan literasi (dasar & digital) menjadi target minimal yang (wajib) dimiliki. Sedangkan pendidikan stean saat ini sudah diterima secara global sebagai konsep pendidikan yang paling tepat era ini. Untuk itu kurikulum dan pelatihan guru akan didorong ke arah aplikasi steam yang seutuhnya." urai Indra.

Menutup pembicaraan, Indra pun mengingatkan bahwa sistem pendidikan harus beredoman kepada Pancasila sebagai dasar negara yang mendasari kehidupan seluruh wni.

"sayangnya selama ini konsep pengajaran Pancasila hanya sebatas teori saja. Untuk generasi digital harus dibuat sesuai dengan dunianya misalnya dalam bentuk game online tentang Pancasila, vlog, film film pendek dsbnya. Untuk tingkat SD bisa juga ngevlog misalnya bagaimana membuat vlog tentang benda cair, benda padat, seolah olah ngevlognya seperti Atta Halilintar ya nanti dinilai viewers dan yang kasih jempol atau like, sehingga ilmunya akan lebih dapat dan teresap oleh sang siswa," pungkas Indra.

Penulis: Maria Machdalena
Editor:Redaksi

Baca Juga