Benda Mirip Rudal di Anambas Terkait Insiden Kapal China Masuk ZEE?

Kepri, Akuratnews.com - Sejumlah warga di Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) menemukan benda misterius menyerupai rudal.

Benda berwarna biru dengan beberapa tulisan China itu pertama kali ditemukan seorang nelayan bernama Ain dan putranya Aris di tepian pantai kawasan setempat, sekira pukul 15.30 WIB, Selasa (19/1).

"Saya baru pertama kali melihat benda ini. Jadi tidak tahu nama alatnya apa," kata Ain seperti dikutip dari Antara.

Seorang pemuda setempat Hendriyano menyatakan sampai saat ini benda tersebut masih berada di tempat penemuan awal.

"Beratnya diperkirakan 25 kilogram dengan panjang 1,5 meter," ujar Hendriyano.

Warga sekitar sudah melaporkan temuan benda itu ke Pemkab Anambas serta pihak yang berwajib.

Terpisah, Danlanal Tarempa, Letkol Laut (P) Efran Indra menjelaskan, benda itu sudah dievakuasi untuk meream keresahan warga yang khawatir usai benda itu ditemukan.

"Untuk benda mirip rudal tersebut sudah diamankan di Lanal Tarempa. Ini untuk menghilangkan keresahan warga yang khawatir," kata Efran saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/1).

Efran sendiri belum menjelaskan detail apa sebenarnya benda yang ditemukan di Anambas tersebut. Dia mengatakan pihaknya masih menunggu ahli untuk melakukan identifikasi.

"Untuk identifikasi kita menunggu ahlinya. Mohon waktu untuk pendalamannya," kata Efran.

Soal temuan ini, pakar telematika Roy Suryo angkat bicara. Berdasarkan spesifikasinya, kata Roy, benda tersebut sama sekali tidak mirip dengan sea glider atau drone yang sudah tiga kali ditemukan di perairan Indonesia beberapa waktu lalu.

“Kalau dilihat Spec-nya, tidak mirip Sea Glider/Drone yang sudah 3 kali ditemukan sebelumnya,” tulis Roy di akun Twitternya, Jumat (22/1).

Roy menyebut, benda itu lebih mirip benda untuk mendapatkan data kelautan.

“Mirip-mirip Argo Float/’profiling floats’ untuk monitor suhu, salinitas, arus dan sifat bio-optik lautan,” ungkapnya.

Penemuan benda ini kemudian dikaitkan dengan insiden kapal China yang kedapatan memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) secara ilegal pada enam hari lalu.

“Adakah kaitannya dengan kapal Xiang Yang Hong 03 yang “kepergok”?” tandas Roy.

Untuk diketahui, sebelumnya Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berhasil mengintersep kapal survei China, Xiang Yang Hong 03.

Kapal itu juga terbukti mematikan Automatic Identification System (AIS) ketika melintasi perairan Selat Sunda pada Rabu (13/1) malam.

AIS merupakan sistem tracking kapal otomatis yang memberikan informasi tentang keadaan kapal. Baik posisi, waktu, haluan, dan kecepatannya untuk kepentingan keselamatan pelayaran.

Kapal Xiang Yang Hong 03 mematikan AIS saat berada di Laut Natuna Utara, Laut Natuna Selatan, dan Selat Karimata. Saat itu, kapal terdeteksi tengah melaju dengan kecepatan 10,9 knot dan haluan ke barat daya. Sekitar pukul 21.00 WIB, kapal Xiang Yang Hong 03 dipastikan telah keluar dari ZEEI dengan pengawalan KN Pulau Nipah 321.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga