Ber-Game Online Tanpa Mengesampingkan Nilai Kebudiluhuran

Nimas Ardyati, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur

Oleh : Nimas Ardyati
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur

Handphone yang berbasis smartphone di era milenial sekarang ini sudah menjadi semacam kebutuhan primer bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Layaknya kebutuhan akan pangan dan sandang, smartphone bersama-sama dengan layanan paket data internet ini harus selalu hadir di semua aktifitas kegiatan.

Tak terkecuali di dalam kehidupan Kampus Universitas Budi Luhur Jakarta pada khususnya dan seluruh universitas pada umumnya. Semua kalangan, dari mahasiswa baru, mahasiswa tingkat akhir, pegawai, dosen, dekan sampai dengan rektor selalu membutuhkan kehadiran smartphone ini. Hal ini tentu saja terkesan wajar, karena kebutuhan akan kecepatan informasi menjadi penting di era digital ini. Belum lagi kebutuhan terkait dunia pendidikan, misalnya mencari jurnal penelitian melalui Google Chrome atau melihat tutorial tertentu di channel YouTube. Semua kebutuhan-kebutuhan di atas mampu dihadirkan oleh smartphone lewat perangkat dan aplikasi canggih di dalamnya.

Namun, akan muncul permasalahan jika sifat kebutuhan akan smartphone ini mulai berganti dengan sifat ketergantungan atau kecanduan. Terlebih jika sifat kecanduan tadi mulai bersinggungan dengan nilai-nilai ke-Budi Luhur-an yang lebih menitik-beratkan terhadap sifat kepedulian antar sesama dan nilai peribadahan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Contohnya, kecanduan bermain game online yang pelan namun pasti mulai menggeser kebutuhan ber-silahturahmi atau bercengkrama dengan orang lain.

Akhir-akhir ini sudah biasa kita lihat, orang yang bermain game online di smartphone mereka, seolah tidak peduli lagi dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Kondisi ini tentu saja akan terus mengarah ke sikap acuh tak acuh terhadap orang lain. Ibaratnya, lebih penting memikirkan kalah atau menangnya game online yang sedang dimainkan, daripada memikirkan kebutuhan ber-interaksi dengan orang lain.

Padahal, nilai kepedulian terhadap sesama dan mau saling membantu antar sesama menjadi salah satu nilai ke-Budi Luhur-an yang sangat penting. Nilai inilah yang menjadikan kita sebagai makhluk sosial menjadi beradab dan bermatabat di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai kepedulian terhadap sesama ini di mulai dengan adanya keinginan yang kuat terhadap interaksi sosial. Interaksi sosial juga dimulai dengan hal-hal sederhana, misalnya betegur sapa, tersenyum dan saling bercengkerama.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga