Diduga Melibatkan Istri dan Menantunya

Beraksi Sejak 2015, Mafia Tanah di Surabaya Akhirnya Dibekuk Polisi

Mafia Tanah
Mafia Tanah

AKURATNEWS - Setelah beraksi selama 6 tahun, sejak 2015 silam, akhirnya mafia tanah Eddy Sumarsono (55) ditangkap Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, usai dilaporkan oleh korbannya.

Edy Dia memasarkan tanah kavling di kawasan Medokam Ayu, dengan mengatas namakan PT Barokah Inti Utama. Padhan tanah tersebut milik seorang warga yang sudah meninggal dunia.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Edy Herwiyanto mengatakan tanah yang dijual oleh pelaku adalah fiktif. Tidak tanggung-tanggung, tersangka mendapatkan keuntungan hingga 22 miliar rupiah.

"Pengakuannya punya aset tanah seluas 56 ribu meter persegi dan sudah diplot sesuai site plan. Kemudian, dipromosikan di media sosial dan membagikan brosur," kata Kompol Edy saat konferensi pers, Senin (22/11).

Kompol Edy menjelaskan dalam menjalankan aksinya, ia mengaku sebagai direktur di perusahaan lalu menawarkan sebidang tanah kepada nasabah yang berjumlah 223 orang dengan harga per kaplingnya Rp 90-300 juta.

Namun setelah pembayaran, Eddy tak kunjung memberikan dokumen-dokumen tanah yang dijanjikan lantaran lahan tersebut tidak ada.

"Tanah tersebut bukan milik tersangka atau PT yang disebutkan, tetapi milik warga yang sejak tahun 79 sudah meninggal dunia," ungkapnya.

Meskipun telah melakukan penipuan sejak  2015 silam, tapi hingga kini baru tujuh orang yang melapor ke pihak berwajib. Polisi menduga ada ratusan nasabah yang menjadi korban Eddy.

"Pelaku ini selalu berkelit saat ditanya kejelasan soal tanah yang dijual. Korbannya macam-macam, ada pegawai swasta, PNS, sampai anggota TNI," ungkapnya.

Salah satu korban bernama Djuhairi tertipu karena tertarik dengan brosur yang disebar oleh Eddy. Anggota TNI itu mencicil tanah yang dibelinya tetapi tidak kunjung mendapatkan hak milik.

"Saya beli Rp 260 juta. Saya bayar Rp 168 juta dengan mencicil, ada yang tunai ada yang transfer," kata dia.

Tanah tersebut dibeli pada tahun 2016 dengan jangka waktu mencicil empat tahun.

"Saya tanya katanya konservasi. Begitu saya minta uangnya lagi, dia kabur," lanjut Djuhairi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun akuratnews.com, penipuan yang dilakukan Eddy ini sempat viral di media sosial. Diduga, dalam melakukan aksinya, Eddy melibatkan istri dan menantunya.

Eddy dijerat Pasal 372 dan 378 KUHP Jo 64 terkait Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Penulis:

Baca Juga