Opini

Berantas Narkoba Memerlukan Nyali Yang Kuat

Doly. A.T. Simanjuntak (Kabid Ekaternal Badko HMI Sumut)

Akuratnews.com - Mengutip dari Rencana Strategis Badan Narkotika Nasional Tahun 2015-2019 menerangkan, dalam pertemuan Comission on Narcotic and Drug (CND) ke-58 pada bulan Maret 2015 berkaitan dengan situasi penyalahgunaan narkoba, United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC) dan World Health Organization (WHO) memperkirakan 3,57% penduduk dunia atau sekitar 162-324 juta orang paling tidak pernah menggunakan narkoba, sementara sekitar 16-39 juta orang mengalami ketergantungan narkoba. Juga diperkirakan 12,7 juta orang menggunakan narkoba dengan jarum suntik, dan sebanyak 1,7 juta orang mengidap HIV. Secara global UNODC memperkirakan 183.000 per tahun angka kematian terkait narkoba. Penerapan harm reduction masih sangat kurang di banyak negara.

Eskalasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tingkat global turut mempengaruhi kondisi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia. Apabila ditinjau dari aspek penyalahgunaan narkoba, laju peningkatan angka prevalensi penyalah guna narkoba tersebut terutama dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah pengguna narkoba coba pakai. Pada Tahun 2014 BNN dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitbangkes UI) melakukan Survey Nasional Penyalahgunaan Narkoba yang dilaksanakan di 17 provinsi sebagai sampling yaitu Sumut, Kepri, Sumsel, Lampung, DKI Jakarta, Jabar, Kalbar, Kaltim, Bali, Jatim, DI Yogyakarta, NTB, Sulsel, Sulut, Sultra, Maluku dan Papua menunjukan bahwa angka prevalensi penyalah guna narkoba di Indonesia dapat diuraikan berdasarkan jenis penyalahguna Coba Pakai pada Tahun 2008 sebesar 872,928 (26%), pada Tahun 2011 sebesar 1,159,649 (27%), dan Tahun 2014 sebesar 1,624,026 (39%). Teratur pakai pada Tahun 2008 sebesar 894,492 (27%), pada Tahun 2011 sebesar 1,910,295 (45%), dan pada Tahun 2014 sebesar 1,455,232 (37%). Sedangkan pecandu non suntik pada Tahun 2008 sebesar 1,358,935 (40%), pada Tahun 2011 sebesar 1,134,358 (27%), dan pada Tahun 2014 sebesar 875,248 (23%). Pecandu Suntik pada Tahun 2008 sebesar 236,172 (7%), 70,031 (1%), 67,722 (1%). Sehingga total penyalahguna pada Tahun 2008 sebesar 3,362,527 (1,99%), Tahun 2011 sebesar 4,274,333 (2,23%), dan Tahun 2014 sebesar 4,022,228 (2,18%).

Hal tersebut mengindikasikan masih lemahnya daya tangkal masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Dari seluruh penyalahgunan tersebut sangat memerlukan layanan perawatan rehabilitasi, namun saat ini lembaga layanan perawatan rehabilitasi yang tersedia baru sejumlah 340 lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan 132 lembaga rehabilitasi milik komponen masyarakat dan rumah sakit/ klinik swasta dengan total kapasitas layanan hanya 18.000 penyalah guna dan pecandu per tahunnya.

Selanjutnya 1 2 3

Baca Juga