Bercermin dari Semangat Anak Bersekolah di Pedalaman Murung Raya

Ilustrasi anak sekolah yang tetap semangat (sumber: film Sepatu Dahlan)
Ilustrasi anak sekolah yang tetap semangat (sumber: film Sepatu Dahlan)

AKURATNEWS - Ketika dulu kita melihat film Laskar Pelangi, maka itulah gambaran sesungguhnya dunia pendidikan kita di pelosok-pelosok pedalaman pulau luar Jawa.

Pergi ke sekolah di masa sebelum pandemi, adalah benar-benar sebuah perjuangan. Dari start pergi di pagi hari hingga siang hari saat pulang.

Tak sedikit yang mencapai rumahnya malah sore hari, lantaran jarak yang jauh dan berjalan kaki.

Tak berbeda jauh,di salah satu kecamatan terpencil di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Kecamatan Seribu Riam, merupakan lokasi yang membutuhkan tak hanya semangat perjuangan, tapi juga kenekatan.

Karena sesuai dengan namanya; Seribu Riam, ( di mana Riam dalam Bahasa Dayak secara umum berarti adalah “air terjun” ), maka kecamatan ini pun banyak terdapat sungai beraliran deras yang menjadi hulu air terjun.

Di masa PPKM, memang anak-anak tidak akan melintasi sungai-sungai deras ini untuk pergi ke sekolah mereka. Namun kelonggaran PPKM yang kemudian membolehkan para siswa turun kembali dalam kegiatan pertemuan tatap muka alias PTM, mereka akan kembali ‘berjibaku’ seperti dulu.

“Tapi jangan salah. Dulu juga tidak setiap hari para siswa saya yang rumahnya jauh dari sekolah, menyeberangi sungai beraliran deras. Karena banyak yang mencari pondok sewaan dengan harga murah, dan untuk bertahan hidup mereka bekerja,” tutur Bayu Putra K SPd, seorang pengajar SMPN Seribu Riam, tadi pagi, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Bagi Bayu, sebagai pendidik, ia kerap cemas melihat mereka yang menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai yang deras dan berair terjun.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Iwan Prast

Baca Juga