Diduga dari Kalangan PNS DPPKB Indramayu

Beredar Video Dukungan ke Salah Satu Bakal Calon Bupati

Kepala DPPKB Indramayu Tri Nani Rochaeningsih
Kepala DPPKB Indramayu Tri Nani Rochaeningsih

Indramayu, Akuratnews.com - Beredar pesan berantai di aplikasi WhatApp terkait blanko surat pernyataan dan video dukungan kepada salah satu calon Bupati Indramayu, diduga dilakukan PNS di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Indramayu.

Saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala DPPKB Kabupaten Indramayu, Tri Nani Rochaeningsih, membantah blanko surat pernyataan dan video yang beredar di masyarakat itu dilakukan pihaknya. Ia juga mengaku telah melakukan klarifikasi dengan jumpa pers beberapa hari yang lalu.

" Jujur saya kaget dapat kabar ini, terkait video itu saya tidak tahu sama sekali dan sudah melakukan klarifikasi dengan jumpa pers. Terus yang di video itu oknum diluar PNS, " katanya, Sabtu (22/08/2020).

Tri mengatakan, ia beserta seluruh jajaran PNS dilingkungan DPPKB Kabupaten Indramayu netral. Dia mengaku tidak pernah mengarahkan ke salah satu calon bupati.

" PNS itu harus netral, dan saya tahu aturan. Saya selaku Kepala DPPKB Indramayu dari awal memerintahkan kepada seluruh jajaran saya agar selalu netral, " ujarnya.

Saat disinggung apakah sudah dipanggil oleh pihak Bawaslu Kabupaten Indramayu untuk klarifikasi video tersebut, ia mengatakan sampai saat ini tidak ada panggilan.

" Belum ada panggilan. Saya yakin hal ini ada upaya pembunuhan karakter ke pribadi saya sendiri, Dinas (DPPKB), maupun PNS secara keseluruhan, " ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu Nuradi mengaku mengetahui video dan blanko surat pernyataan yang beredar di WhatsApp dan menjadi pusat perhatian masyarakat Indramayu. Menurutnya Bawaslu sampai saat ini masih mendalami kasus tersebut.

" Iya tahu, akan tetapi perlu diketahui KPU saat ini belum menetapkan calon, oleh karena itu kami belum bisa memproses ke ranah hukum pelanggaran pemilu, namun kami akan terus dalami kasus tersebut, " kata Nuradi, Sabtu (22/08/2020).

Penulis:

Baca Juga