Kecurangan Pilpres 2019

Beredar Whatsapp Oknum Polisi Menangkan Jokowi, Apa Tanggapan Mabes Polri?

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen pol. Dedi Prasetyo dan percakapan oknum polisi yang diduga tidak netral. (Foto net).

Jakarta, Akuratnews.com - Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian telah mengeluarkan surat telegram yang berisi 14 poin larangan bagi setiap anggota Polri untuk tidak terlibat dalam pemilu 2019. Namun sayangnya, kabar miring keterlibatan oknum Polri yang melibatkan diri untuk memenangkan pasangan calon presiden Jokowi-Ma'ruf Amin kembali terdengar.

Kabar tak sedap itu muncul dari percakapan grup WhatsApp yang bernama 'Pilpres 2019' soal dugaan anggota polisi menggalang dukungan untuk pasangan Jokowi-Maruf. Hal ini pun mengejutkn publik. Benarkah percakapan di grup tersebut adalah anggota Polri?

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen pol. Dedi Prasetyo menegaskan, pihaknya masih men-cek kebenaran kabar miring tersebut. jika terbukti benar, maka Polri tidak akan mentoleransi anggotanya yang tidak netral.

Dedi menegaskan akan ada tindakan tegas dari Propam Polda jika terbukti benar. "Bila terbukti benar ada oknum anggota Polri yang terlibat sesuai dengan fakta hukum pasti akan ada tindakan tegas Propam Polda dan akan diawasi oleh Div. Propam Polri sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku," kata Brigjen Dedi di kantornya, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Dedi mengungkapkan, netralitas Polri sudah final sesuai dengan Pasal 28 UU 2/2002 Polri ditambah surat telegram (TR) Kapolri nomor STR/126/III/OPS.1.1.1./2019 tanggal 18 Maret 2019.

Diketahui, screenshot percakapan anggota polisi dalam grup' Pilpres 2019', dalam percakapan itu, diperintahkan di wilayah Polsek Bima Kota untuk menggandeng tokoh masyarakat setempat guna mengarahkan dukungan kepada paslon 01. (red)

Penulis:

Baca Juga