Berpesan Lewat Mural: Dorong Presiden Segera Sahkan Revisi PP 109/2012

Beberapa konsep mural yang diaplikasikan dalam rangka mendorong percepatan Revisi PP 109/2012

AKURATNEWS - Kaum muda tidak pernah kehabisan ide kreatif untuk menyampaikan pesan advokasi. Mandegnya penyelesaian Revisi PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan (PP 109/2012) tidak membuat mereka berhenti bersuara. Menepi dari jalur formal, kaum muda mantap memilih mural sebagai media penyampai pesan.

Lewat mural mereka mendorong Presiden Joko Widodo segera mengesahkan Revisi PP 109/2012 untuk melindungi anak dari rokok dan mencapai target penurunan prevalensi perokok anak.

Cara inilah yang dilakukan Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (ISMKMI) pada 15 Oktober lalu, saat mereka melakukan “Live Tagging Pak Jokowi” di akun Instagram @ISMKMI. Di acara “Live Tagging” itu puluhan kaum muda yang mewakili organisasi pemuda dan mahasiswa secara serentak mengunggah gambar mural di akun Instagram mereka, dilengkapi caption berisi pesan dari gambar muralnya. Adalah Mch. Intan Wahyuning Rahayu, Pembaharu Muda 3.0 kota Madiun yang juga pengurus ISMKMI Pusat yang menginisiasi #ParadeMural secara online di acara “Live Tagging Pak Jokowi” ini.

Tercatat 69 peserta “Live Tagging Pak Jokowi” mengunggah gambar mural dalam “ParadeMural secara online tersebut. Salah satunya Natalia Debora, pemilik akun @nataldebs yang mengunggah gambar mural bertema “Payung bolong”. Pada postingan mural tersebut, Natalia menyampaikan pesan menohok “Tak Ada Perlindungan Tanpa Regulasi”.

Lebih lanjut Natalia menulis. “Apa jadinya jika kita memakai payung berlubang di tengah hujan? Pastinya akan basah karena hujan dengan mudah menembus lubang-lubang payung tersebut. PERCUMA. Sama seperti regulasi perlindungan anak di Indonesia, jika regulasi tidak tegas dan kuat melindungi anak di tengah gencaran, jeratan dan godaan industri rokok maka akan semakin banyak anak yang menjadi korban untuk mulai mencoba merokok. Ayo pak Presiden @jokowi segera selesaikan #RevisiPP109 untuk lindungi generasi kini dan mendatang dari zat adiktif rokok yang sangat berbahaya”.

Natalia Debora merupakan salah satu dari 17 anak muda terpilih dari 15 kota di Indonesia yang telah mengikuti Pelatihan Pembaharu Muda 3.0, sebuah kegiatan yang difasilitasi Yayasan Lentera Anak sejak 2016, bertujuan menciptakan pemimpin muda yang peduli, berkomitmen dan berperan bersama organisasi dan komunitasnya untuk mendukung penurunan prevalensi perokok di Indonesia melalui kampanye, advokasi dan aksi bersama.

Usai menjalani Pelatihan Pembaharu Muda 3.0 di Bogor akhir September lalu, Natalia, Pembaharu Muda 3.0 asal kota Jakarta, bersama 16 Pembaharu Muda 3.0 lainnya, langsung menyiapkan rencana aksi menyambut Hari Kesehatan Nasional 2021 pada 12 November. Natalia akan menggelar aksi kreatif menggambar mural di tembok pada 31 Oktober, berkolaborasi bersama komunitasnya “Swara Peduli Ceria” yang selama ini bergiat dalam edukasi kepada anak-anak, khususnya anak terlantar, yatim piatu, dan penyandang disabilitas.

Selain Natalia, Pembaharu Muda 3.0 di sejumlah kota juga akan menggelar aksi menggambar mural di tembok. Aghnina Wahdini, Social Media Officer Lentera Anak, menjelaskan aksi menggambar mural di tembok rencananya akan dilakukan Pembaharu Muda di kota Madiun, Malang, Gresik, Kabupaten Bogor, kota Jakarta, Tangerang, Bengkalis dan Medan. “Nantinya Pembaharu Muda 3.0 juga akan berkolaborasi dengan komunitas mural di kota mereka,” ujarnya.

Aghnina menambahkan, Pembaharu Muda 3.0 juga menginisiasi aksi offline mewarnai gambar mural di 15 kota dengan melibatkan organisasi di kota masing-masing. Zehrina, Pembaharu Muda 3.0 asal kota Banjarmasin telah memulai kampanye offline #Parade Mural dengan menggelar aksi kreatif Mewarnai Mural di Taman Kamboja Kota Banjarmasin pada 16 Oktober. Dalam aksi mewarnai mural ini Zehrina berkolaborasi dengan lembaga perlindungan anak dan Forum Anak Kota Banjarmasin.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga