Bertemu Kader FPMP, Eurico Guterres Sebut Kemerdekaan Papua Barat Tinggal Menunggu Waktu

Eurico Guiterres Sebut Pisahnya Papua TInggal Menunggu Waktu
Eurico Guiterres Sebut Pisahnya Papua TInggal Menunggu Waktu

Depok, Akuratnews.com- Ketua Umum Front Pembela Merah Putih (FPMP), Eurico Guterres,  mendatangi sekretariat DPD FPMP Kota Depok Rabu 16 Desember 2020.

Eurico tiba sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan baju kebesaran organisasi Front Pembela Merah Putih didampingi pengurus DPP FPMP.

Kedatangan Ketua Umum FPMP yang juga Panglima Eks Pejuang Pro Integrasi Timor-Timur tersebut disambut oleh kader FPMP.

Eurico menuturkan, maksud kedatangannya tersebut untuk melakukan konsolidasi Internal dengan pengurus FPMP Jawa Barat dan FPMP Kota Depok terkait persoalan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya dengan pengurus FPMP Jawa Barat dan Kota Depok ingin melakukan konsolidasi internal menyikapi persoalan bangsa dan juga melakulan refleksi akhir tahun dengan tema merajut persatuan dan kesatuan bangsa yang difasilitasi oleh DPW FPMP Jawa Barat dan DPD FPMP Kota Depok, yaitu saudara Hendra Amara dan Yudi Herawan". Ujar Eurico saat ditemui di DPD FPMP Kota Depok.

Eurico mengatakan secara detail mengenai persoalan apa yang akan dibahas bersama pengurus FPMP tersebut.

"Fpmp merupakan organisasi yang yang dibentuk pada 29 Januari 2001 di Jakarta ketika itu, saatnya kami hadir dalam permasalahan bangsa hari ini, terutama persoalan deklarasi kemerdekaan yang dilakukan oleh Benny Wenda dan memanasnya situasi politik di Ibu Kota"

Ketika disinggung tentang persoalan Papua Barat, Eurico mengatakan bahwa kemerdekaan yang direncanakan itu tinggal menunggu waktu saja.

"Peristiwa yang terjadi sekarang ini sama seperti 21 tahun lalu ketika Provinsi ke 27 Indonesia Timor-Timur ingin merdeka, Bahkan Presiden Habibi waktu itu katakan kepada kami bahwa Indonesia tidak akan melepaskan Tim-Tim karena itu adalah Integritas Bangsa dimata Dunia Internasional, bahkan Habibi sesumbar bahwa Tuhan sekalipun tidak akan bisa memisahkan Timor-Timur dari Indonesia, nyatanya kan Timor-Timur harus terlepas dari pangkuan Ibu Pertiwi", ucap Panglima Pejuang Pro Integrasi Timor-Timur tersebut.

Ketua Umum FPMP tersebut menilai jika Pemerintah cenderung menyepelekan Isu tersebut, Papua Barat bisa terlepas kembali dan menjadi Daerah kedua yang harus terlepas dari Indonesia setelah Timor-Timur.

"Jika Pemerintah cenderung sepele dan tidak mengambil langkah tegas, Kemerdekaan Papua Barat saya rasa tinggal menunggu waktu saja, karena memang pengaruh Internasional sangat luar biasa untuk mengawal isu ini, apalagi PBB sudah peringatkan Indonesia untuk mencegah kekerasan lebih lanjut tentang persoalan HAM di Papua dan Papua Barat,” imbuhnya.

Euricco menilai ada metode yang nyaris sama ketika Timor-Timur ingin merdeka pada tahun 1999 dulu.

"Pola nya hampir-hampir mirip dengan keadaan Tim-Tim 21 Tahu lalu, isu nya sampai ke PBB melalui pendekatan HAM, sampai akhirnya referendum bisa terjadi lewat kemasan-kemasan yang tidak terduga", Lanjut Euricco.

Alih-alih itu, Euricco menyarankan agar pemerintah melakukan tindakan yang serius terhadap manuver yang tengah dilakukan oleh kelompok separatis di Papua itu.

"Bahkan bila perlu Polri melakukan penegakan hukum, mengingat hal tersebut dikualifikasikan sebagai tindakan makar," kata dia.

Baca Juga