Biden Menang, Trump ke Pengadilan

Washington DC, Akuratnews.com - Calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden akhirnya berhasil mengalahkan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS).

Kemenangan ini membuat Biden selangkah lagi menjadi Presiden ke-46 AS. Kemenangan Biden ditentukan usai menang di negara bagian Pennsylvania. Kemenangan di sana membuat suara elektoral Biden mendapat 273. Angka tersebut merupakan jumlah aman untuk memenangi pemilu.

Posisi terakhir, Joe Biden mendapatkan 290 electoral college, melebihi aturan 270 untuk menang. Sementara Trump meraih 214 electoral college.

Biden bersama Kamala Harris akhirnya berhasil menuntaskan dendam Hillary Clinton. Eks Capres Demokrat itu dikalahkan Trump pada 2016 lalu. Trump tercatat sebagai salah satu presiden satu masa jabatan saja, sejak era George HW Bush.

Setelah kemenangan ini, Biden dan Harris tinggal menunggu pemilihan di electoral collage untuk meresmikan dirinya jadi Presiden ke-46 AS. Biden rencananya akan disumpah sebagai Presiden AS pada 20 Januari tahun depan. Mereka akan memimpin AS hingga 2025.

Donald Trump sendiri tampak berada di klub golf di Virginia tidak lama setelah pengumuman kemenangan Joe Biden. Ia bahkan dengan santai berpose dengan pengantin di sebuah acara pernikahan di klub golf tersebut. Kepada sang pengantin, ia lalu mengucapkan semoga kehidupan mereka ke depan indah.

Dikutip dari Independent, Minggu (8/11), Trump menolak menerima hasil pemilu meski data menunjukkan Joe Biden unggul di 20 electoral college.

Tim kampanye Trump juga sudah mengeluarkan pernyataan jika pihaknya tidak bersedia menganggap kemenangan Biden.

"Joe Biden belum disertifikasi sebagai pemenang, apalagi banyak negara bagian masih akan menghitung ulang, atau negara bagian tempat kita sudah menemukan tantangan hukum yang bisa menentukan kemenangan pada akhirnya," ujar Trump dalam pernyataan yang dikeluarkan tim kampanyenya.

Mulai Senin, tim kampanye Trump disebut akan memulai kasus mereka di pengadilan untuk memastikan hukum pemilu benar-benar ditegakkan.

"Dan pemenangnya yang berhak benar-benar didudukkan," lanjutnya.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengatakan masyarakat Amerika berhak atas pemilu yang jujur. Artinya, semua suara legal dihitung dan tidak melakukan penghitungan atas suara yang tidak legal.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga