oleh

Bingung dengan Pernyataan Jokowi soal PKH, Ini Alasan Gus Irawan

Jakarta, Akuratnews.com – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengaku bingung dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurutnya, kenaikan jumlah penerima PKH tidak sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Di satu sisi pemerintah mengklaim angka kemiskinan sudah turun menjadi 9,8 persen tahun ini dengan jumlah 26 juta jiwa. Namun di sisi lain, pemerintah akan menaikkan penerima PKH tahun depan menjadi 10 juta yang sebelumnya 6 juta keluarga,” kata Gus Irawan dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Akuratnews.com, Senin (17/12/2018).

Sejatinya, PKH itu memutus rantai kemiskinan. Namun hal berbeda diungkapkan oleh anggota masyarakat pendamping PKH yang mengaku hal itu tidak sama sekali.

Gus Irawan menuturkan, saat reses di Dapil, ia juga menanyakan berapa rata-rata anggota keluarga penerima PKH.

“Jawaban mereka beragam. Ada yang menjawab bahkan ada satu keluarga anaknya 12 orang, 7 orang, 5 dan 4 orang,” tukasnya.

Kemudian ia pun mensimulasikannya dengan pernyataan Jokowi sebelumnya. “Kita sederhanakanlah penerimanya tiga anak dan satu suami serta satu isteri. Berarti masing-masing ada lima orang dalam satu keluarga penerima manfaat PKH,” ujar Gus Irawan.

Berarti lanjutnya, kalau yang disasar PKH 10 juta, dikali 5 anggota keluarga. Artinya ada 50 juta jiwa. “Kalau dibandingkan dengan angka kemiskinan sekarang versi pemerintah 26 juta, tapi kalau dihitung dengan PKH jadinya 50 juta penduduk sangat miskin,” paparnya.

“Mana yang benar, angka kemiskinan kita 9,8 persen itu yang bohong, atau PKH ini yang lari dari ketentuan dengan dugaan ada penerima siluman,” tanya politisi itu.

“Saya bingung ini pidato Presiden. Berarti ada data yang salah, kalau tidak mau disebut bohong,” tambah dia.

Gus Irawan makin bingung lantaran pemerintah mengklaim setiap tahun angka kemiskinan Indonesia terus menurun, tapi kenyataanya jumlah penerima PKH malah meningkat.

“Membingungkan ini. Makanya saya jadi ragu Presiden mengerti atau tidak. Paradox kan? Angka kemiskinan katanya turun tapi penerima manfaat PKH malah naik. Ini yang saya bilang ada yang bohong atau presiden kita tak mengeri,” pungkas wakil ketua Fraksi Gerindra di DPR RI itu.

Loading...

Komentar

News Feed