BLK Tulangan, Lokasi Alternatif Memungkinkan sebagai Ruang Rawat Pasien Covid-19

Wabup/pelaksana Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin (kiri) bersama Kepala Dinkes Sidoarjo, drg. Syaf Satriamarwan.
Wabup/pelaksana Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin (kiri) bersama Kepala Dinkes Sidoarjo, drg. Syaf Satriamarwan.

Sidoarjo, Akuratnews.com - Meningkatnya jumlah orang dalam pantauan (ODP) serta pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berupaya mencari lokasi alternatif untuk ruang perawatan. Pasalnya, lima rumah sakit rujukan, yakni RSUD, RS Siti Hajar, RS Mitra Keluarga, RS. Khadijah dan RS Anwar Medika memiliki daya tampung terbatas.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, drg. Syaf Satriamarwan saat mendampingi Wakil Bupati/pelaksana tugas dan wewenang Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin ketika melakukan survei ke Puskesmas Sidodadi, Candi, Sidoarjo, Selasa (31/3/2020).

"Tiap rumah sakit rujukan hanya mampu menampung enam pasien. Ya, untuk menangani PDP kondisi rentan saja dan sepuluh pasien positif Corona yang kini dalam perawatan," katanya.

Menurut data, jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Sidoarjo, tercatat 178 ODP, 52 PDP dan 10 terkonfirmasi positif.

Sementara itu, Wabup Nur menuturkan, ada tiga lokasi alternatif tersebut, yaitu Puskesmas Sidodadi, Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Tulangan.

"Dari ketiga lokasi itu, BLK Tulangan yang paling memungkinkan, tapi kita harus mengajukan izin dulu ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Karenanya, kita akan adakan rapat dengan instansi terkait dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Baca Juga