Blokir Internet di Papua Lebih Bahaya Dari Hoax

Jakarta, Akuratnews.com - Sudah lebih dari seminggu, akses internet di Papua dan Papua Barat diblokir dengan alasan mencegah penyebaran berita bohong (hoax) yang dapat memicu kerusuhan.

Namun tindakan ini dipandang Dewan Pers dan sejumlah organisasi jurnalis 'lebih berbahaya'.

"Karena justru menimbulkan kebingungan orang di mana pun untuk mencari hal yang benar," ujar anggota Dewan Pers, Ahmad Djauhar usai  pertemuan di Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kominfo, Jumat (30/8).

Djauhar menambahkan pemblokiran data internet di Bumi Cendrawasih justru akan lebih menimbulkan kesimpangsiuran informasi.

Saat ini mayoritas masyarakat di Papua memperoleh informasi dari mulut ke mulut.

"Ini lebih bahaya dari hoax," tandas Djauhari yang bersama perwakilan sejumlah organisasi seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mencoba memberi masukan terkait hal ini.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga