BNPB: Penanganan Darurat Gempa Masih Dilakukan

Jakarta, Akuratnews.com -Penanggulangan gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini berada pada tahap transisi darurat ke pemulihan yang merupakan lanjutan dari tahap tanggap darurat.

Seperti yang telah ditetapkan sebelumnya, tahap tanggap darurat berakhir hari ini, Sabtu (25/8). Namun, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, penanganan darurat masih dilakukan dibebarapa wilayah.

"Penanganan darurat seperti pembersihan puing masih dilakukan di beberapa daerah terdampak," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/8/2018).

Klaster penyelamatan atau evakuasi dari Basarnas melaporkan tidak ada laporan dari warga untuk evakuasi atau penyelamatan sehingga personil standby di Posko Tanjung dan menunggu arahan selanjutnya.

Sedangkan klaster kesehatan melaporkan 21.328 pasien dampak gempa Lombok sudah ditangani oleh Tim Pelayanan Kesehatan TNI. Jumlah pasien yang sakit dampak gempa di Kabupaten Lombok Utara terus berkurang. Namun, pelayanan kesehatan tetap digelar untuk memberikan layanan kesehatan dan perlindungan pada masyarakat.

"Tim akan menyiapkan fasilitas kesehatan yang akan dibangun, yaitu RSUD Tanjung dan 8 Puskesmas di Lombok Utara dan 2 Puskesmas di Lombok Timur," ujar Sutopo.

"Saat ini sedang memastikan ketersediaan tanah. Setelah pembangunan semi permanen, akan dikerahkan tenaga Nusantara Sehat yang biasa di daerah perbatasan untuk dikirimkan disini. Bisa bekerja selama 6 bulan dengan tenaga medis berbagai keahlian. Ke depan, pasien tidak bisa dibiarkan di tenda karena akan memicu infeksi, sehingga harus segera dibangun semi permanen," lanjutnya.

Untuk klaster pemulihan, Sutopo menuturkan, sarana prasana pembersihan puing didukung 61 alat berat. Kendati begitu, sebagian warga ada yang tidak mau bangunannya dibongkar karena struktur bangunan masih bagus. Sedangkan di beberapa tempat lainnya sudah bersih.

"Pembuangan puing sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, yaitu di Gunung Sari, Griya Lingsar, Kayangan, Gangga, Pantai Montong, Pasar UKM Tanjung, Depan Kantor Camat Pamenang. Lokasi pembuangan akan terus bertambah dan akan berkoordinasi untuk mencari lokasi tersebut," tukasnya.

Hingga Jumat (24/8) sore, telah terjadi 1.089 kali gempa pasca gempa kekuatan M7 pada Minggu (5/8) lalu. Dari 1.089 kali gempa susulan tersebut gempa yang dirasakan ada 50 kali. Dimana sampai saat ini, gempa tersebut telah menyebabkan 555 orang meninggal, 390.529 orang masih mengungsi dan membutuhkan bantuan logistik.

Untuk distribusi bantuan logistik, aparat TNI dikerahkan mengirim bantuan ke desa-desa terpencil yang sulit dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda 4.

"Banyak desa-desa di Lombok Utara dan Lombok Timur, di bukit dan daerah yang aksesnya sulit sehingga dijangkau dengan sepeda motor. Bahkan ada bantuan yang diantar dengan jalan kaki," tutur Sutopo.

"Sembelia, Lombok Timur tantangannya lebih berat lagi karena sulit dijangkau dan lebih dingin, sehingga perlu percepatan dorongan logistik ke sana. Tetapi sudah dikirimkan dua sorti bantuan menggunakan helikopter ke Koramil Sembelia. Bantuan daging korban juga sudah dikirim ke Sembelia dan Sembalun," ulasnya. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga