Bolos Kerja, Hakim PN Surabaya Tewas di Kamar Kost

Ilustrasi

Surabaya, Akuratnews.com -  Eko Agus Siswanto Hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri Surabaya, Jum'at (12/6/2020) sekitar pukul 13.30 WIB menghembuskan nafas terakhir di Klinik Jl Pacuan Kuda, Surabaya.

Humas Pengadilan Negeri Surabaya, Martin Ginting saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui penyebab pasti kematian Eko Agus Siswanto. "Apa penyebabnya kita belum tau, tadi pagi datang absen, masih juga ikut olah raga," kata Martin.

Seusai mengikuti olah raga, Hakim Agus Siswanto tidak terlihat di Pengadilan Negeri Surabaya dan diketahui dirinya kritis ditempat kostnya sehingga dilarikam ke klinik di Jl Pacuan kuda.

"Kami mendapat kabar, kalau almarhum sudah dalam keadaan kritis dan dilarikan ke klinik," tambah Martin.

Disinggung penyebab kematian hakim Eko yang diduga terpapar virus Covid-19 karena sempat kejang kejang, Martin mengaku belum mendapatkan diagnosis dari pihak tim medis yang menangani.

"Diagnosisnya belum bisa, karena menurut klinik kalau orang sudah meninggal tidak bisa lagi di diagnosis Covid. Karena udaranya (tenggorokan) sudah tidak jalan lagi, sehingga susah di diagnosa," terangnya.

Martin juga mengungkapkan, Sebelum meninggal almarhum sempat menghubungi teman satu kostnya untuk meminta bantuan."Temannya datang ke kamar kost ternyata sudah dalam keadaan kejang kejang," ungkapnya.

Saat ini, kata Martin, pihaknya masih mengupayakan akomodasi transportasi untuk memulangkan jenasah Eko Agus Siswanto ke rumah keluarganya di Jogja.

"Kami masih mengupayakan  akomodasi kendaraan ambulan  jenasah untuk dievaluasi ke rumah keluarganya di Jogja. Sekarang jenasah masih ada di klinik," terangnya.

Diakui Martin, pihaknya sangat menuggu kepastian hasil medis penyebab kematian rekan sejawatnya. Kepastian tersebut sebagai upaya Pengadilan Negeri Surabaya untuk mengantisipasi dalam memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19.

"Kita ingin ada kepastian juga sebenarnya, biar kita juga bisa antisipasi tapi kata petugas klinik tidak bisa lagi karena beliau sudah meninggal dan selama ini di sini (pengadilan) belum ada yang dinyatakan positif," tandasnya.

Diketahui, Surachmad adalah Juru Sita Surachmad PN Surabaya yang pernah diperiksa KPK sebagai saksi dugaan suap dan gratifikasi di Mahkamah Agung (MA) sepanjang tahun 2011-2016 untuk tersangka mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono (menantu dari Nurhadi).

Sedangkan Eko Agus Siswanto adalah ketua mejelis hakim yang memeriksa  kasus investasi ilegal MeMiles dengan terdakwa Kamal Tarachand Mirchandani.

Eko Agus Siswanto diketahui merupakan hakim baru di Pengadilan Negeri Surabaya, sebelumnya almarhum bertugas sebagai Ketua Pengadilan Negeri Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Penulis: Hendrik

Baca Juga