Bongkar Jaringan Mafia Tanah, Menteri Sofyan Ungkap Keterlibatan Oknum Aparat hingga Pengadilan

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil. [Idx Channel]

AKURATNEWS - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A Djalil mengatakan saat ini pemerintah sedang memerangi para mafia tanah.

Bongkar Jaringan Mafia Tanah, Menteri Sofyan Ungkap Keterlibatan Oknum Aparat hingga Pengadilan. Pemerataan pembangunan yang sedang digencarkan pemerintah memberikan ruang gerak luas pada para mafia-mafia tanah yang menggangu kelangsungan pembangunan tersebut.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A Djalil mengatakan saat ini pemerintah sedang memerangi para mafia tanah, karena menurutnya mafia tanah saat ini merajalela.

Sofyan Djalil menjelaskan hal itu terjadi karena dua hal, pertama mafia tanah itu bisa merajalela karena luas jaringannya dari berbagai pihak, baik jaringan dari dalam tubuh pemerintah, kementerian, penegak hukum, sampai pengadilan.

"BPN ini cukup besar organisasinya, ada 40 ribu orang, dalam organisasi besar seperti ini, pepatah mengatakan, dalam keranjang apel yang besar pasti ada satu dua apel yang busuk," ujarnya dalam Market Review IDXChanel, Kamis (4/11/21).

Sofyan Djalil mengatakan banyak ASN di Kementerian ATR/BPN mencari penghasilan samping dengan bekerja sama oleh mafia tanah. Dirinya memberikan contoh semisal sertifikat warga milik A diubah menjadi milik B, kemudian mafia ini mengajak ke pengadilan, namun dipengadilan juga sudah ada oknum hakim yang kadang kongkalikong dengan mafia tanah, seperti mengadili tanpa menghadirkan para pihak terkait.

"Jadi mafia tanah juga bekerjasama dengan oknum hakim, kemudian mengadili sebuah perkara, namun yang bersangkutan tidak dipanggil kepengadilan, dengan alasan teknis seperti tidak diketahui alamat, padahal itu adalah bagian skenario mafia tanah, anda dua kali siang tidak ada, diketok (palu pengadilan)," sambung Sofyan Djalil.

Hal itu merupakan salah satu contoh yang diberikan Sofyan Djalil bagaimana cara kerja mafia tanah, selanjutnya ada lagi oknum mafia tanah yang sudah bekerjasama dengan para pengacara.

"Jadi oknum mafia ini terjadi di semua lini, memang ada oknum-oknum yang membacking, jadi memang negeri kita ini masih jauh dari tertib yang kita inginkan," pungkasnya.

Baca Juga