Boyamin Minta KPK Ambil Ahli Kasus Korupsi Pengadaan 4 Kapal PT PTK

Pengamat Hukum, Boyamin Saiman

Jakarta, Akuratnews.com - Pengamat Hukum, Boyamin Saiman menilai penanganan kasus korupsi penyediaan dan operasi kapal pada PT Pertamina Trans Kontinental tahun 2012-2013 yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) sangatlah lambat.

Boyamin meminta ambil alih oleh KPK dugaan korupsi Pengadaan 4 Kapal oleh PT. PTK (anak usaha Pertamina) yang lamban penanganannya oleh Kejaksaan Agung seperti Panggilan diabaikan oleh saksi-saksidan tidak segera menetapkan Tersangka.

Dia meminta agar perkara dugaan korupsi pengadaan kapal oleh PT PTK anak usaha Pertamina yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung namun lamban, tidak tegas dan khawatir lama-lama dapat di SP3.

"Jika kasus ini tidak diambil alih KPK, saya khawatir lama-lama akan hilang dan mendapat SP3 sebagaimana kasus-kasus yang lain dimana banyak sekali kasus korupsi yang ditangani Kejagung mendapat SP3," tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, tidak hadir dalam pemanggilan, Kejagung harus menunda memeriksa terhadap Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang.

Wadirut PT Pertamina tersebut rencananya diperiksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus' sebagai saksi dugaan korupsi penyediaan dan operasi kapal pada PT Pertamina Trans Kontinental tahun 2012-2013.

"Kasusnya masih dalam penyelidikan, kemarin rencananya memang dimintai keterangan, tetapi yang bersangkutan tidak hadir," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Run, Selasa (31/1/17).

Sementara, PT Pertamina saat ini sedang terbelit sejumlah kasus korupsi, selain perkara kasus korupsi penyediaan dan operasi kapal pada PT Pertamina Trans Kontinental tahun 2012-2013, ada dua perkara yang telah masuk ke tahap penyidikan umum (dikmum) diantaranya, dugaan korupsi di tubuh Dana pensiun Pertamina dan dugaan korupsi di tubuh Pertamina Patra Niaga. (Agus)

Penulis:

Baca Juga