oleh

BPN Prabowo-Sandi Nilai Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi Berbahaya

Jakarta, Akuratnews.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik Pemerintahan Presiden Jokowi soal Paket Kebijakan Ekonomi jilid ke-16. Pasalnya, kebijakan tersebut diduga membuka peluang kepada pihak asing untuk menguasai 100 persen saham perusahaan kecil termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Ini berbahaya. Ini seperti menyerahkan sumber-sumber kehidupan ekonomi bagi rakyat kecil kepada asing,” kata Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak di kediaman Prabowo, Jl. Kertanegara No. 4, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018).

Ia sendiri mengapresasi revisi daftar negatif investasi (DNI) yang awalnya sebanyak 54 bidang usaha menjadi 26 yang bisa dipastikan 100 persen boleh untuk Penanaman Modal Asing (PMA). Menurut Dahnil, pihaknya bersyukur ada kesadaran cepat dari Pemerintah.

Meski begitu, 28 bidang lainnya yang masih dalam proses pembahasan tetap berpotensi dimasuki asing. “Dari 28 ini kan masih terbuka luas sektor UMKM untuk dimasuki asing, dan ini berbahaya menurut kami,” tandasnya.

Pemerintah sendiri masih membahas jumlah bidang usaha yang bakal dilepaskan dari DNI seiring diperbaharuinya Paket Kebijakan Ekonomi jilid ke-16. (Ysf)

Komentar

News Feed