Brikom Merah Putih LIRA Dukung Upaya Presiden Jokowi Soal Penggunaan Produk Dalam Negeri

Brikom Merah Putih LIRA Dukung Upaya Presiden Jokowi Soal Penggunaan Produk Dalam Negeri
Brikom Merah Putih LIRA Dukung Upaya Presiden Jokowi Soal Penggunaan Produk Dalam Negeri

AKURATNEWS - Guna mendorong pertumbuhan ekonomi, Ketua Umum DPP BRIKOM Merah Putih LIRA, Muhammad Rozi mendukung upaya Presiden Jokowi dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Rozi menyatakan perintah Presiden Jokowi kepada seluruh Kementerian dan Lembaga serta seluruh Pemerintah Daerah untuk menggunakan produk dalam negeri beberapa waktu lalu harus didukung penuh oleh seluruh instansi pemerintahan dan juga elite partai politik.

Rozi mengatakan permintaan Jokowi tersebut merupakan langkah baik yang mesti ditanggapi secara positif.

"Presiden Jokowi memberi peluang untuk para pengusaha lokal agar bisa semakin berinovasi dalam meningkatkan daya saing produk di dalam negeri" kata Rozi kepada AKURATNEWS, Senin, 20 Juni 2022.

Rozi berharap permintaan Jokowi itu mendapat dukungan dari berbagai seluruh elemen masyarakat di Indonesia.

"Jika kita tidak bisa mendukung dan berkontribusi mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Siapa lagi kalau tidak dimulai dari diri sendiri,” katanya.

Rozi menambahkah, langkah ini juga bisa diterapkan oleh para produsen besar di Indonesia agar lebih mau secara ikhlas meningkatkan kandungan bahan dalam negeri dalam produksinya.

Ketua Umum DPP BRIKOM Merah Putih LIRA, Muhammad Rozi mendukung upaya Presiden Jokowi dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

“Langkah ini, sangat perlu diperhatikan oleh para pengusaha, produsen, dan juga UMKM karena kita mempunyai pasar yang besar" ucap Rozi.

"Jadi tidak hanya pemerintah, pihak swasta juga harus memiliki rasa cinta produk buatan dalam negeri" sambungnya.

Menurut Rozi, Indonesia saat ini perlu memanfaatkan peluang untuk membangkitkan ekonomi negara pascapandemi Covid-19.

Caranya adalah dengan memprioritaskan penggunaan dana APBN untuk pengadaaan barang dan jasa produk dalam negeri.

"Dengan begitu, ekonomi dalam negeri akan beranjak tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan" pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan kekesalannya saat menghadiri acara Bangga Buatan Indonesia di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu.

Jokowi mengatakan, belanja pengadaan barang dan jasa di lingkungan kementerian/lembaga, BUMN, hingga pemerintah daerah justru lebih banyak impor dibandingkan produk dalam negeri.

Jokowi juga menekankan pentingnya memacu pertumbuhan ekonomi dengan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dan anggaran BUMN untuk membeli barang impor.***

Penulis: Ahmad Amarel
Editor: Ahyar

Baca Juga