Tambah Beban Rakyat Rp118 Triliun

Bukan Terbaik, Sri Mulyani Malah Disebut Menteri ‘Terbalik’

Jakarta, Akuratnews.com - Tingginya tingkat bunga utang yang dikeluarkan pemerintah selama Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan dipandang sebagai sebuah kebijakan yang patut dikritisi.

Ekonom senior Rizal Ramli menyebut kebijakan tingkat bunga utang yang begitu tinggi telah merugikan rakyat. Bahkan, bunga utang yang diberikan lebih tinggi dari negara-negara yang ratingnya rendah dibawah Indonesia seperti Vietnam dan Philipina.

Rizal pun menyebut Sri Mulyani sebagai Menkeu 'terbalik' lantaran di satu sisi kebijakannya menguntungkan kreditur asing. Sementara, di sisi lain mengorbankan masyarakat yang menanggung bunga utang tersebut.

"Kebijakan Menkeu 'terbalik' sangat merugikan rakyat Indonesia, karena RI berikan bunga utang lebih tinggi dari negara-negara yang ratingnya lebih rendah, seperti, Vietnam dan Philipina. Harusnya lebih rendah. Kalau begini, kreditur asing yang happy-lah," ujar mantan anggota Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu di Jakarta, Rabu (28/8).

Mahalnya bunga utang yang diberikan Sri Mulyani kepada kreditur, menurut Rizal sudah terjadi sejak menjadi Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono.

Kala itu di tahun 2006 hingga 2010, Sri Mulyani menerbitkan utang sebesar Rp454,9 triliun dengan yield yang tinggi sehingga menambah beban rakyat hingga Rp199,7 triliun.

Sedangkan selama menjadi Menteri Keuangan di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah diterbitkan utang sebesar Rp790,7 triliun yang merugikan rakyat hingga Rp118 triliun.

"Sebagai Menkeu SBY (2006-2010), SMI terbitkan utang Rp454,9 triliun dengan yield kemahalan sehingga nambah beban rakyat Rp199,7 triliun. Sebagai Menkeu Jokowi (2006-19) terbitkan utang Rp790,7 triliun dengan yield kemahalan sehingga nambah beban rakyat Rp118 triliun. Total Menkeu ‘terbalik’ untungkan kreditor, rugikan rakyat Rp317,7 triliun," ucapnya.

Rizal juga membandingkan Sri Mulyani dengan Agus Martowardojo dan Bambang Brodjonegoro ketika menjadi Menteri Keuangan yang memberikan bunga utang lebih murah.

"Ketika pinjam dengan bonds, Menkeu Agus Marto dan Bambang Brojo sangat ‘proper’ dengan berikan yield utang lebih rnurah dari negara-negara yang ratingnya lebih rendah seperti Thailand , Philipina. Tetapi Menkeu ‘terbalik’ SMI dan Chatib Basri jusru sebaliknya, terbitkan utang mahal yang rugikan rakyat," pungkasnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga