Buntut Komentar Veronica Koman Tentang Papua Dibalas Tajam oleh Putri Papua

Veronica Koman
Veronica Koman Veronica Koman

AKURATNEWS - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan pembakaran dan penyerangan seperti di puskesmas dan sekolah di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang.

Tak hanya itu, KKB juga melakukan kekerasan terhadap sejumlah tenaga kesehatan. Seorang tenaga kesehatan bernama Gabriela Meilani gugur karena mengalami kekerasan oleh KKB.

Gabriela ditemukan di jurang dalam keadaan yang memprihatinkan. Sedangkan sejumlah nakes yang lain mengalami luka tusuk dan pukulan. Adapun satu nakes belum ditemukan.

Menanggapi hal itu, Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Bernard Ramandey mengatakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan yang dilakukan oleh KKB di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua melanggar Hak Asasi Manusia.

“Kekerasan yang dilakukan KKB terhadap tenaga kesehatan tidak akan mendapatkan tempat atau simpati di mata internasional karena apa yang dilakukan bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia,” ujar Frits.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB - Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambom agar tak lagi menyerukan peperangan dan pengusiran terhadap warga non Papua.

Sebby kerap menyebar seruan peperangan kepada TNI-Polri dan mengusir orang non Papua untuk keluar dari Papua. Sebby mengatakan apabila mereka tak angkat kaki dari Papua maka mereka juga akan menjadi sasaran.

Selain itu, Aktivis HAM dan pengacara masyarakat Papua, Veronica Koman mengecam penyerangan terhadap tenaga kesehatan oleh kelompok bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Dalam kejadian tersebut, satu orang nakes meninggal.

"Saya mengutuk dan mengecam sekeras-kerasnya penyerangan terhadap tenaga kesehatan ini," ujar Vero saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 18 September 2021.

Ia berharap, Komnas HAM segera turun ke Kiriwok untuk menginvestigasi motif penyerangan ini. "Terutama untuk menginvestigasi apakah betul terjadi kekerasan seksual ketika penyerangan, karena ini merupakan fakta penting yang harus diungkap," ujarnya.

Vero mengaku sempat mendapat kiriman beberapa video peristiwa kerusuhan. "Dari situ terlihat bahwa para pelaku ini rata-rata masih sangat muda. Memang seiring operasi militer yang makin gencar, justru makin banyak yang bergabung dengan TPNPB. Darah muda ini lebih meletup-letup," ujar dia.

Namun, menurut Putri Indonesia Intelegensia 2015 asal Papua, Olvah Alhamid mengecam aktivis Hak Asasi Manusia, Veronica Koman atas komentarnya terkait pembunuhan tenaga kesehatan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Olvah Alhamid menyindir berapa banyak uang yang didapatkan Veronica Koman dari memalsukan cerita HAM di Papua. Ia khususnya mengkritik pernyataan Veronica Koman yang menyinggung bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) kerap memalsukan kronologi berbagai kejadian di Papua.

Olvah Alhamid meminta Veronica Koman untuk berhenti meremehkan kehidupan orang lain.

Ia menekankan bahwa HAM, khususnya hak untuk hidup berlaku bagi semua orang di dunia ini, bukan hanya bagi orang Papua. “Saya dari Papua dan saya menentangmu 100%,” tegasnya.

Olvah Hamid juga menyindir Veronica Koman yang sibuk berkoar-koar soal HAM, namun diam saat banyak orang yang ditindas, diperkosa dan dibunuh.

Jangan kau pikir hanya orang Papua yang punya hak hidup di dunia ini. Ingat ya, saya asli Fakfak (Papua Barat) -Sarmi (Papua) dan saya mengutuk kau Veronica Koman DAJJAL!” katanya.***

Penulis: Redaksi

Baca Juga