Buntut Sebut Galuh Brutal

Bupati Ciamis Segera Laporkan Budayawan Ridwan Saidi ke Polisi

Ciamis, Akuratnews.com - Budayawan Ridwan Saidi tak lama lagi akan dilaporkan ke polisi oleh masyarakat Ciamis, Jawa Barat. Duhhh...kenapa si babe nih??

Hal ini ditegaskan Bupati Ciamis, H Herdiat Sunarya. Ia angkat bicara mengenai ucapan Ridwan Saidi alias Babe Saidi yang menyebutkan Galuh artinya brutal dan tidak ada kerajaan di Ciamis.

Sebagai Bupati Ciamis, Herdiat mengaku terusik dengan pernyataan Ridwan Saidi di channel YouTube Macan Idealis yang diunggah pada 11 Februari 2020.

"Beliau menyebut bahwa Galuh itu brutal dan di Ciamis tidak ada kerajaan. Kami akan laporkan ini,” ujar Herdiat di hadapan peserta aksi di Alun-alun Ciamis, Jum’at (14/2) siang.

Meskipun akan melaporkan, Herdiat meminta masyarakat Ciamis tidak terpancing emosi, apalagi sampai melakukan aksi-aksi brutal.

“Kita sebagai masyarakat Ciamis jangan terpancing emosi, apalagi melakukan aksi-aksi brutal. Kami Pemkab Ciamis akan melakukan konsolidasi untuk melaporkan Ridwan Saidi terkait ucapannya itu,” kata Herdiat lagi.

Menurutnya, pernyataan Ridwan harus dipertanggung jawabkan, apalagi pernyataannya itu tanpa ada dasar ilmiah yang jelas.

“Ciamis itu tidak ujug-ujug ada Galuh. Galuh itu hasil dari penelitian, pengkajian para ahli, para Profesor, tidak semata-mata obrolan. Apalagi bekas peninggalan Galuh juga ada di sini bukti nyata, sudah jelas,” tegasnya.

Karena itu, lanjut Herdiat, pihaknya berkomitmen akan melaporkan Ridwan Saidi ke pihak kepolisian karena dianggap telah membuat gaduh dan mengusik masyarakat Ciamis.

“Kami akan koordinasi dulu dengan para sesepuh dan akademisi," kata Herdiat.

Ridwan Saidi sendiri sudah menyebut jika Galuh yang diartikan negatif oleh dirinya itu berasal dari Bahasa Armenia.

“Bukti-buktinya itu tidak meyakinkan, perkataan Galuh itu dari Bahasa Armenia, artinya itu negatif ya gak usah disebutkan lah, sementara Sunda itu juga Bahasa Armenia itu artinya cemerlang,” kata Ridwan.

Dia juga tetap menyebut tidak ada indikasi adanya kerajaan di Ciamis.

“Mengenai Galuh yang tidak ada kerajaan juga itu tidak meyakinkan. Indikasi kerajaan itu adalah secara ekonomi, apa ada tidak di situ?” katanya.

Dia pun menanyakan apakah di Ciamis ada tambang emas yang bisa jadi salah satu indikasi adanya kerajaan. Selain tambang emas, Saidi juga menanyakan adanya pelabuhan niaga di Ciamis.

“Yang menunjang ekonomi kerajaan itu emas, setahu saya kerajaan yang mempunyai tambang emas itu kerajaan Sunda, Pakuan, dan kerajaan Sumedang, di situ (Ciamis) nggak ada,” katanya.

Saidi juga mempertanyakan keberadaan pelabuhan komersil yang bisa menunjang ekonomi kerajaan. Menurutnya indikator ekonomi sebuah kerajaan di Ciamis itu tidak ada.

“Apakah di situ ada pelabuhan komersial? Kan nggak ada dua-duanya di situ. Jika tidak ada perekonomian bagaimana caranya menghidupi kerajaan?” ungkapnya.

Sementara itu, terkait permintaan masyarakat Ciamis agar Saidi datang ke Ciamis, dia mengaku siap jika diundang ke Ciamis.

“Cuma masalahnya, siapa yang sponsori? Masa saya ongkos-ongkos sendiri, di sana kan ada bupatinya. Dia harusnya kan berkepentingan, masa saya yang ngucruk-ngucruk pergi ke sana?” katanya lagi.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga