Bupati Matim: Mereka yang Kembali Karena COVID-19 adalah Keluarga Kita

Bupati Manggarai Timur ( Matim ) Andreas Agas, SH, M.Hum didampingi Ketua Palang Merah Indonesia ( PMI) Matim, Ny. Teresia Wisang Agas, memberikan arahan kepada TRC Penanggulangan COVID-19 Matim dan PMI Matim saat apel siaga pergantian tugas penjagaan di posko Mano, kecamatan Poco Ranaka, Selasa (07/4/2020). Foto: Tim Manggarai Timur Media Center.
Bupati Manggarai Timur ( Matim ) Andreas Agas, SH, M.Hum didampingi Ketua Palang Merah Indonesia ( PMI) Matim, Ny. Teresia Wisang Agas, memberikan arahan kepada TRC Penanggulangan COVID-19 Matim dan PMI Matim saat apel siaga pergantian tugas penjagaan di posko Mano, kecamatan Poco Ranaka, Selasa (07/4/2020). Foto: Tim Manggarai Timur Media Center.

Suasana menjadi haru ketika Andreas Agas menyampaikan bahwa, Mereka yang pulang adalah keluarga kita.

ManggaraiTimur, Akuratnews.com - Bupati Manggarai Timur ( Matim ) Andreas Agas, SH., M.Hum tetap bijak menyikapi para pemudik Diaspora Matim dari beberapa wilayah kota terpapar COVID-19 di Indonesia.

Berbagai cara telah ditempuh, mulai dari pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan COVID-19 Matim sampai mendirikan beberapa posko pemeriksaan kesehatan di titik perbatasan wilayah, salah satunya di di Mano Kecamatan Pocoranaka, Matim.

Untuk memastikan protokol kesehatan bisa dijalankan dengan baik, langkah-langkah progresif Pemda Matim terus dipacu. Sejak sepekan lalu, Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Borong telah disiapkan sebagai tempat pemerawatan para pasien dengan kategori gejala COVID-19 atau Orang Dalam Pantauan (ODP) di Matim.

"Kita siapkan dukungan sepenuhnya. Selain gizi, kita akan siapkan fasilitas hiburan dan kegiatan olah raga, sehingga mereka menjalani isolasi mandiri dengan perasaan bahagia dan tidak tertekan. Setelah masa isolasi selesai. Mereka boleh kembali kepada keluarga, " kata Agas Andreas.

Hal itu disampaikan Andreas Agas dalam arahannya seluruh anggota Tim Reaksi Cepat ( TRC ) Penanggulangan COVID-19 bersama dan Palang Merah Indonesia ( PMI ) Manggarai Timur saat menggelar apel siaga pergantian tugas penjagaan di posko Mano, kecamatan Poco Ranaka, Selasa (07/4/2020).

Pada kesempatan itu Bupati Andreas Agas menyampaikan bahwa, Ruma Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong yang berlokasi di Lehong itu akan segera dimanfaatkan sejak, Kamis, (16/4/2020) mendatang.

Andreas Agas pada kesempatan itu menyampaikan bahwa posko Mano masih menjadi titik rawan dalam melakukan pemeriksaan dan pendataan kesehatan masyarakat yang tiba dari jalur barat pulau Flores.

Hal itu disebabkan karena Posko Mano merupakan pintu perbatasan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur dengan tingkat mobilitas yang tinggi, dengan waktu keberangkatan dan jenis transportasi yang digunakan berbeda-beda.

Selain faktor arus mudik Diaspora Manggarai Timur, datang dari beberapa wilayah kota terpapar COVID-19 seperti pulau Jawa, Bali dan NTB melalui Labuan Bajo. Hal menyebabkan meningkatnya beban kerja petugas di Pos Mano. Maka, penjagaan 24 jam dengan sistem "rolling" di Posko Mano menjadi pilihan yang paling masuk akal, sekaligus sulit.

Pada kesempatan itu, suasana menjadi haru ketika Agas Andreas mengingatkan kepada masyarakat bahwa Diaspora Matim yang mudik adalah putra/putri, keluarga dan sahabat dari Manggarai Timur.

"Mereka kembali, karena perusahaannya ditutup. Dan untuk menyelamatkan diri dari ancaman Covid-19. Mereka ini saudara saudara kita. Mereka bagian dari keluarga kita. Kita tidak boleh kalah menangkal Covid-19, " ujar Agas Andreas.

Diakhir arahannya, Agas Andreas, menyampaikan terima kasih, atas kerjasama TRC Penanggulangan COVID-19 beserta seluruh relawan yang telah mengambil langkah langkah strategis.

"Usaha yang tulus dari saudara saudari, akan berbuah baik di masa depan. Kita tidak boleh kalah. Dan kita pasti bisa. Kiranya Tuhan memberkati Kabupaten Manggarai Timur, " ujar Agas Andreas, menutup arahannya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga