Bupati Pekalongan Perintahkan Dirut RSUD Kajen Tambah Ruang Poli dan ICU Anak

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si melakukan peninjauan ke beberapa ruangan di RSUD Kajen. Selain itu, Bupati juga mengecek skema pembiayaan BPJS di rumah sakit yang sama tersebut.

Kajen, Akuratnews.com - Dalam tinjauannya ke RSUD Kajen, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi nampak didampingi oleh Direktur Utama RSUD Kajen dr. Amrozi Taufik beserta jajarannya. Bupati kemudian menyusuri beberapa blok ruangan yang ada di RSUD Kajen. Antara lain Ruang Mawar, Seroja dan Poli Anak. Di setiap ruang yang ditinjau, Bupati menyempatkan untuk menyapa para pasien dan tidak lupa mendoakan pasien agar cepat sembuh.

Di ruang Poli anak, Bupati melihat betapa ruangan pasien sudah sangat overload. Sehingga Bupati memerintahkan Direktur utama RSUD Kajen untuk menambah ruangan.

"Yang diperlukan di RSUD Kajen ini adalah ruang Poli dan ICU anak karena ruangan ini sudah overload dan sudah sangat dibutuhkan. Sehingga manajemen RSUD Kajen segera akan mengajukan untuk melengkapi ruang Poli anak dan ICU khusus untuk anak," ujar Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, Selasa (28/1/2020).

Kata Bupati, dokter spesialis anak di RSUD Kajen saat ini sudah ada 2 dan sebentar lagi akan bertambah 1 orang sehingga jumlahnya menjadi 3 orang.

"Dengan jumlah dokter spesialis anak 3 orang tersebut, insya Alloh ruang Poli dan ICU khusus anak akan segera kita wujudkan, plus menambah ruang rawat ya," paparnya.

Dengan melihat banyaknya anak yang dirawat di luar ruang Poli anak yang tersedia, Bupati berharap ICU khusus anak dan penambahan ruang rawat anak segera dibangun agar semua anak yang sakit dan dirawat di RSUD Kajen merasa nyaman dan terlayani dengan baik.

dr. Rizal salah satu dokter spesialis anak menambahkan, sesuai keputusan WHO yang menyebutkan bahwa usia anak adalah hingga umur 18 tahun. Untuk itu, kata dokter Rizal, sangat mendesak agar manajemen RSUD Kajen dan pihak terkait dalam hal ini Pemkab Pekalongan agar segera mewujudkan pembangunan ICU khusus anak dan menambah ruangan khusus anak pula

Selain mengecek ruangan, Asip Kholbihi juga mengecek skema pembiayaan BPJS Kesehatan. Menurutnya, RSUD Kajen masih mampu bertahan kendati masih memiliki piutang puluhan miliaran Rupiah.

“Saya juga mengecek skema pembiayaan BPJS di RSUD Kajen. Ternyata, RSUD Kajen ini sedikit dari banyak rumah sakit yang settle tata Kelola keuangannya. Sehingga walaupun piutang di BPJS yang berjumlah Rp 30 milyar belum dibayar, tetapi RSUD Kajen ini tetap survive," terang Bupati.

Dikatakan Bupati, banyak rumah sakit meminjam dana dari Bank karena sudah tidak kuat lagi membiayai operasional rumah sakit dikarenakan piutang di BPJS banyak.

"Alhamdulillah RSUD Kajen tidak sampai hutang Bank dan masih bisa bernafas hingga hari ini. Kami berharap BPJS tidak terlalu lama untuk melunasi hutangnya kepada RSUD Kajen," tutup Asip Kholbihi.

Penulis: Syarifuddin
Editor:Alamsyah

Baca Juga