Acara Semalam Nusantara Sidoarjo

Bupati Sidoarjo: Meski Banyak Konflik, Indonesia Tetap Tak Tergoyahkan

Bupati Saiful ilah (berdiri, 4 dari kanan) dan Wabup Nur Ahmad Syaifuddin (berdiri, 2 dari kanan) dan Ketua FPK, Achmad Amir Aslichin (jongkok, 3 dari kiri) bersama sejumlah etnis warga Sidoarjo.(foto: dok. akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Meski, bangsa Indonesia masih menghadapi cobaan baik konflik vertikal maupun horizontal, namun tetap tak tergoyahkan. Hal ini, karena bangsa Indonesia memegang kuat falsafah Bhinneka Tunggal Ika.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah dalam sambutannya, saat membuka acara bertajuk "Semalam Nusantara Sidoarjo" yang digelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan diikuti ratusan warga Sidoarjo dari 18 etnis, bertempat di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu malam (9/11/2019).

"Tak terkecuali di Sidoarjo, keberadaan 18 etnis di Kota Delta ini selama bertahun-tahun, tampak hidup rukun dan damai. Karenanya, saya merasa bangga dan bersyukur," ujarnya.

Ditambahkan Bupati Saiful Ilah, untuk lebih mendukung terciptanya stabiltas politik, keamanan, ketertiban dan ketentraman umum di Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bakal memantapkan posisi FPK.

"Oleh karena FPK ini diatur dalam Permendagri Nomor 34/2006 tentang penyelenggaraan pembauran di daerah, maka Pemkab Sidoarjo akan memantapkan posisi FPK yang memiliki kewajiban melindungi masyarakat, menjaga persatuan dan kesatuan di daerah, serta keutuhan NKRI," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua FPK Sidoarjo, H. Achmad Amir Aslichin menuturkan, FPK di Sidoarjo terbentuk 2012 silam dan berperan mengupayakan pembauran berbagai kelompok etnis dari seluruh Indonesia yang menjadi warga Sidoarjo.

"Keanekaragaman sosial, meliputi suku, agama dan ras yang dikelola dengan baik, akan jadi potensi dan modal dalam pelaksanaan pembangunan sosial di Sidoarjo," terang anggota DPRD Jatim yang juga kandidat kuat Bupati Sidoarjo periode 2021-2026 ini.

Kegiatan bertema "Merajut Kebersamaan dalam Kebhinnekaan" itu mempersembahkan seni, budaya dan kuliner khas dari 18 etnis, yakni Jawa, Nias, Ambon, Aceh, Toraja, Maluku, Batak, Tionghoa, Flores, Minahasa, Manado, Arab, Madura, Bali, Papua, Bugis, Padang dan Palembang. (*)

Baca Juga