Bupati Terpilih Wihaji-Suyono Siap Tak Populer

Batang, Akuratnews.com - Kemenangan besar yang diraih pasangan Wihaji-Suyono dalam Pilkada Batang 2017 cukup mengejutkan banyak pihak. Tetapi bagi Bupati terpilih, Wihaji, dukungan suara yang besar itu justru berbanding lurus dengan beratnya amanah yang harus mereka tunaikan untuk lima tahun ke depan.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU Batang, Rabu (22/2), mencatat perolehan paslon yang diusung Golkar, PPP, dan Hanura itu menembus angka 245.330 suara atau 56,61%. Raihan itu dianggap telak, mengingat pilkada diramaikan empat kontestan.

“Jangankan masyarakat, kami sendiri kaget, tak menduga akan sebesar itu. Padahal, hitung-hitungan kami hanya di angka 42%, tetapi di luar dugaan ternyata mencapai 56% lebih,” ungkap Wihaji

Pria kelahiran 22 Agustus 1976 itu enggan membahas lebih jauh tentang perolehan suaranya yang jauh mengungguli tiga paslon lainnya itu. Selain menghindar dari potensi jumawa, dia mengaku hanya menjalani takdir politik yang diskenariokan Allah.

“Ini kan pilihan langsung, jadi kemenangannya pun bukan milik kami, tetapi kemenangan rakyat Batang. Justru, besarnya dukungan itu adalah sebanding dengan beban amanah yang tak ringan. Ke depan, kami dituntut mampu membuktikan bahwa amanah masyarakat terhadap kami itu tak salah, sehingga mau tak mau saya bersama Mas Suyono harus serius menjadi bupati dan wakil bupati,” beber alumnus Magister Pendidikan Universitas Negeri Jakarta itu.

Wihaji berpendapat untuk merealisasikan visi misi serta program yang dikampanyekan selama ini adalah tugas berat. Karena itu, selain butuh dukungan birokrasi dan seluruh komponen masyarakat, dia juga meminta waktu untuk menunaikan janji-janji politiknya.

“Makanya kami memastikan tidak ada istilah program 100 hari, itu tidak realistis. Karena ini pemerintahan, semua program kegiatan harus terskema dengan aturan dan perencanaan anggaran. Banyak PR besar terkait pembangunan Batang yang harus kita tangani, termasuk soal infrastruktur jalan. Kita siap untuk tidak populer, karena insya Allah saya dengan Mas Suyono tidak mengejar popularitas,” terangnya.

Batang di mata Tenaga Ahli anggota DPR RI itu memiliki segala potensi yang dibutuhkan untuk menjadi daerah maju. Sayangnya, banyak yang terkotak-kotak, termasuk birokrasinya. Dalam istilah Wihaji, masing-masing membuat kamar, sehingga perlu dipadusinergikan kekuatan itu agar optimal mengawal kemajuan Batang.

“Sambil menunggu jadwal pelantikan, kami akan silaturahmi ke semua paslon, para tokoh dan ulama. Batang ini punya banyak tokoh, kita akan meminta mereka untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah. Sudahlah, lupakan pilkada, berbeda itu biasa. Bismillah kita bangun Batang bersama,” ujar suami dari Uni Kuslantasi itu. (SH)

Penulis:

Baca Juga