oleh

Bursa Saham Cenderung Menguat Dengan Prospek Perundingan AS – China

Jakarta, Akuratnews.com – Bursa saham Amerika Serikat, berakhir datar pada perdagangan hari Selasa (19/02). Para Investor memilih istirahat sejenak setelah kenaikan kuat di sesi sebelumnya.

Pada perdagangan mingu lalu, ketiga indek utama AS meraih kenaikan mingguan kedelapan secara beruntun, sementara S&P 500 naik untuk minggu ketujuh dalam delapan.

Penguatan bursa di tengah optimisme bahwa AS dan China akan dapat mencapai kesepakatan dalam perundingan perdagangan secara permanen. Pembicaraan kedua negara ini dilanjutkan di Washington. Keduanya memiliki waktu hingga awal Maret untuk membuat kesepakatan. Jika tidak, tarif tambahan AS untuk produk-produk Cina dapat berlaku. Meskipun Presiden Donald Trump indikasikan kesediaannya memundurkan tenggat waktu.

Sementara dalam perdagangan di bursa saham Asia, ditutup beragam. Indeks Hang Seng tergelincir dipicu penurunan saham HSBC yang turun 1.48 % setelah bank ini mengumumkan laba tahun 2018 yang meleset dari ekspektasi. Tuduhan China kepada AS juga dipandang memicu kekhawatiran akan keamanan siber juga memberikan sedikit tekanan bagi bursa.

Pemerintah Cina mengatakan pada hari Senin bahwa AS sedang berusaha untuk membatasi pengembangan teknologinya dengan mengklaim bahwa peralatan jaringan seluler China mungkin menimbulkan ancaman keamanan dunia maya bagi negara-negara asing yang mengadopsi peralatan tersebut. Namun fokus pembicaraan baru perdagangan AS-China yang akan berlangsung di Washington pada pekan ini akan menjadi perhatian utama bagi investor, dengan harapan kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan.

Indek Nikkei menanjak seiring pelemahan yen terhadap dollar dan bursa saham global terpantau datar setelah mencatat kenaikan tajam pada pekan sebelumya didukung menguatnya harapan AS dan China akan dapat mencapai kesepakatan perdagangan secara permanen.

Delegasi perdagangan AS yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer berada di China minggu lalu untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Tiongkok. Mnuchin berkata tentang perundingan: “sejauh ini, sangat bagus. Saham Fast Retailing tergelincir 0.63 persen.

Penurunan harga saham di sektor properti menekan Bursa saham di Seoul. Indek Kospi tertekan setelah saham-saham properti meradang. Pasar properti Korea Selatan memasuki fase “kekeringan” selama enam tahun terakhir menyusul anjloknya perdagangan rumah di Seoul hingga 60% selama periode bulan lalu.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan mengumumkan laju penjualan dan pembelian perumahan di bulan Januari berada di angka 50,286 unit atau turun 28.5% dari periode yang sama di tahun 2018 sebelumnya, terendah sejak Januari 2013 silam.

Optimisme pasar akan kesepakatan perdagangan AS-China telah menekan dolar AS. Euro naik dalam perdagangan EURUSD. Namun penguatan euro hanya sesaat setelah data pesanan industri Italia turun 5,3 persen pada Desember dari tahun sebelumnya, sehingga menambah bukti adanya perlambatan ekonomi dikawasan euro yang dapat mendorong ECB mempertahankan kebijakan longgarnya.

Sementara pada perdagangan Poundsterling, GBPUSD naik karena para pilang mencari kemajuan dalam pembicaraan Brexit, dimana PM Theresa May akan berada di Brussels. May juga mendesak agar menemukan cara untuk mendapatkan kesepakatan Brexit mereka melalui parlemen Inggris Data pasar tenaga kerja yang relatif kuat akan membantu penguatannya. sentimen terhadap mata uang ini. Penguatan sterling didukung data pekerjaan Inggris yang kuat.

Kantor Statistik Nasional (ONS) mengatakan jumlah orang yang bekerja dalam tiga bulan hingga Desember naik 167,000. Hasil ini menjaga tingkat pekerjaan tidak berubah pada rekor tinggi 75.8%. Jumlah pengangguran turun 14,000 dibandingkan dengan periode tiga bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran tetap 4%, terendah selama empat dekade.

Aussie menguat dalam perdagangan AUDUSD, mempertahankan momentum dari keyakinan bahwa pembicaraan China-Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan permanen menjelang batas waktu pada awal Maret. Sementara risalah pertemuan RBA menunjukkan mengabaikan pembicaraan untuk menaikkan suku bunga dan mengadopsi sikap kebijakan netral awal bulan ini, yang diwarnai oleh ketidakpastian di sekitar prospek belanja konsumen, sebagai pendorong besar pertumbuhan PDB.

Yen bergerak datar setelah melemah pada awal perdagangan USDJPY. Gubernur Bank Sentral Jepang menyatakan akan meningkatkan kebijakan yang lebih longgar. Haruhiko Kuroda mengatakan kepada parlemen Jepang bahwa bank sentral siap untuk meningkatkan stimulus jika kenaikan Yen melukai ekonomi dan membuat Jepang tidak mencapai target inflasi 2%. Pelemahan terbatasi karena dolar masih tertekan ditengah optimisme bahwa putaran baru pembicaraan antara China dan Amerika Serikat akan membantu menyelesaikan konflik perdagangan mereka. Pembicaraan perdagangan kedua negara akan dimulai pada hari Selasa ini.

Emas melanjutkan kenaikannya hingga kelevel tertinggi sejak April 2018. Investor optimis tercapainya kesepakatan AS-China yang akan membuat dolar AS melemah. Harga Emas telah naik 3.6 % sepanjang tahun ini di tengah ekspektasi the Fed akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya dan harapan agar AS dan China dapat menuntaskan kesepakatan perdagangan.

Investor akan mencermati risalah pertemuan The Fed yang akan dirilis dan menjadi panduan tentang rencan kenaikan suku bunga. Secara teknis, harga baru memasuki kisaran $ 1.325 – $ 1.350. Kenaikan akan tetap terjaga.

Penulis : Lukman Hakim
Editor : Yandi

Loading...

Komentar

News Feed